Dana CSR Bisa untuk Tanggap Darurat Bencana

290
Genangan di persawahan, hingga hari Kamis (19/10/2017) siang masih nampak di Desa Sugihwaras, Kecamatan Adimulyo. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Bupati Kebumen HM Yahya Fuad meyakinkan, sisa anggaran tanggap darurat yang kurang dari Rp 300 juta, jika kurang bisa dicukupi dengan dana  CSR (Corporate Social Responbility) dari  BUMD dan  perusahaan swasta.

“Bisa menggunakan CSR,“ kata HM Yahya Fuad, ketika dikonfirmasi koranbernas.id, di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kebumen Kamis (19/10/2017). Keterbatasan sisa anggaran tanggap darurat, disebutkan tidak menjadikan penanganan korban banjir dan tanah longsor kedodoran.

“Dapur umum untuk korban banjir yang terjadi Selasa (17/10/2017) ada di kantor BPBD Kebumen, karena di lokasi kejadian tidak memungkinkan,“ kata HM Yahya Fuad.

Kekhawatiran sisa anggaran tanggap darurat yang bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2017 yang kurang dari Rp 300 juta, akan  mempengaruhi  masa  tanggap darurat, jika terjadi banjir  dan tanah longsor susulan yang lebih luas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kebumen H Slamet Mustholkah kepada wartawan menjelaskan, hingga sekarang belum ada permintaan karung plastik, untuk penanganan darurat tanggul sungai Kedungbener yang jebol Senin sebelumnya.

Di kantornya tersedia karung plastik, yang bisa digunakan  untuk menangani darurat tanggul yang jebol.

Kewenangan memperbaiki secara permanen tanggul sungai itu, ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu –  Opak. Pemkab Kebumen  tidak punya kewenangan, meskipun sungainya berada di Kebumen. Namun demikian, karung plastik, bisa digunakan untuk keperluan perbaikan darurat tanggul yang jebol.

Pengamatan koranbernas.id di beberapa daerah rawan banjir Kebumen, masih ada genangan air cukup tinggi  dan luas di Kecamatan Adimulyo dan Puring. Genangan   lebih dari 1 meter, masih terlihat di beberapa desa di persawahan. Seperti di Desa Sugihwaras dan Tepakyang, Kecamatan Adimulyo. Puluhan hektar sawah di daerah itu mirip danau. Genangan  juga masih nampak di permukiman, meskipun hanya belasan sentimeter. (SM)