Pemukiman di Alian, Kebumen menjadi sasaran program RLTH. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Kebumen menduga ada penyimpangan dana progrsam rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kabupaten tersebut. Masyarakat miskin yang seharusnya menerima bantuan senilai Rp 10 juta berupa barang ternyata nilainya jauh dibawah nilai bantuan.

Hal itu dikemukakan juru bicara Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Makrifun pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Kebumen, Rabu (30/8/2017). Rapat yang membahas Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun anggaran 2017 tersebut dipimpin Pelaksana harian Sekretaris Daerah Kebumen, H Machmud Fauzi.

Komisi B menilai program itu sebenarnya baik untuk mengurangi kemiskinan dan bermanfaat untuk masyarakat miskin. Namun dalam pelaksanaanyaa, bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Bantuan diberikan berupa material. Nilai bantuan material menurut penerima manfaat, jauh dari nilai bantuan.

“Bahan bangunan, jika diuangkan nilainya jauh dibawahnya,“ kata Makrifun.

Karenanya diharapkan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup melakukan evaluasi dan pengawasan pelaksanaan program ini. Program yang sangat membantu dan mendukung percepatan pengurangan kemiskinan. Sebab Komisi B menemukan masih banyak penyimpangan dalam pelaksanan di lapangan. Hal itu penting dilakukan untuk menghindari proses hukum.

Sementara Komisi C melalui juru bicaranya Wijil Triatmojo menyayangkan program revitalisasi Pasar Tumenggungan. Program yang dimaksudkan untuk meningkatan pendapatan pedagang tersebut nyatanya belum terwujud.

Komisi C juga mempersoalkan sistem perparkiran manual di pasar terbesar di Kota Kebumen. Sistem elektronik yang pernah dioperasikan, hanya berjalan beberapa bulan. Sehingga tidak bisa mengukur riil pendapatan.

“Pengelolaan pakir belum maksimal,“ kata Wijil.

Berdasarkan pengamatan koranbernas.id, peluncuran program rehabilitasi RTLH yang dibiayai Dana Desa dan APBD Kabupaten Kebumen beberapa kecamatan dilakukan seremoni peletakan batu pertama oleh Bupati Kebumen HM Yahya Fuad. Belum diketahui biaya menjamu rombongan bupati yang bersumber dari sebagian anggaran untuk bantuan warga atau sumber lain dan tidak mengurangi hak penerima manfaat. (yve)