“Dancing Fountain” Siap Digelar di Kaliurang

133
Kepala Dinas Pariwisata Sudarningsih dan Kepala BPBD Joko Supriyanto dan Sigit dari PT Taman Pelangi menjelaskan persiapan Festival Of Light di Gardu Pandang Kaliurang, Selasa (05/06/2018). (Nila Jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Dalam rangka menyambut libur Idul Fitri dan libur sekolah, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan PT Taman Pelangi kembali menggelar Festival of Light di Gardu Pandang Kaliurang.

Festival menampilkan spectacular the new dancing fountain atau air mancur menari, taman lampion yang luas wahana permainan, serta aneka stand kuliner. Kegiatan berlangsung  selama 44 hari, yakni 9 Juni hingga 22 Juli 2018.

Sigit Iwan selaku staf PT Taman Pelangi menuturkan, festival kali ini akan menghadirkan air mancur menari dengan fitur teknologi baru yang berasal dari China.

Persiapan, saat ini sudah 90 persen. Lampion, wahana permainan, dancing fountain juga sudah terpasang.

“Tinggal diaplikasikan air, nanti sudah bisa jalan,” kata Sigit di Sleman, Selasa (05/06/2018).

Untuk tiket masuk, Sigit menjelaskan untuk weekday Rp 20.000 dan untuk weekend Rp 30.000.

“Kebetulan momen libur Lebaran dan sekolah ini berbarengan. Kami harapkan bisa ramai. Even ini berbarengan dengan peningkatan status Merapi menjadi waspada. Tapi BPPTKG mengatakan kalau lokasi Gardu Pandang aman. Makanya festival ini diperbolehkan,” jelas Sigit.

Baca Juga :  Seorang Jamaah Haji Sempat Hilang

Berkaitan dengan antisipasi adanya erupsi, Sigit menerangkan pihaknya akan menyiapkan sarana dan prasarana. Baik berhubungan dengan tim evakuasi, mobil evakuasi, jalur evakuasi, maupun yang lainnya.

“Untuk tenaga relawan, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman terkait standar harus berapa, harus menyediakan apa saja, dan lain sebagainya. Kita ikut BPPTKG terkait status Merapi yang memang aman,” terangnya.

Sudarningsih mengungkapkan festival masih bisa dilaksanakan. Hal tersebut mengacu pada instruksi BPPTKG yang mengatakan radius aman adalah lebih dari 3 kilometer.

“Kaitannya dengan status Merapi, kami mengacu pada instansi yang berwenang. Dari BPPTKG mengatakan jika untuk aktivitas di Kaliurang masih aman. Jadi festival ini masih bisa dilaksanakan,” katanya.

Sudarningsih melihat, Festival of Light akan bisa menghadirkan wisatawan yang bisa membantu perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Gunungkidul Yakin Rebut Swasti Saba Wistara

‎”Kami sangat mendukung. Kaliurang sangat kurang untuk even malam hari. Sedangkan kita tahu sendiri Kaliurang banyak diminati oleh wisatawan. Kita harapkan, dengan festival ini bisa menghadirkan wisatawan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Joko Supriyanto, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengatakan, untuk festival masih bisa dilaksanakan, Kaliurang berada di radius 7 km dari puncak Merapi.

Tapi Joko tetap mengimbau pihak pengelola untuk senantiasa melakukan antisipasi terkait kemungkinan resiko dari aktivitas Merapi yang dapat menimbulkan kepanikan.

Kepada pengelola juga diharapkan agar membuat jalur evakuasi yang mudah dijangkau, menyiapkan masker bagi pengunjung, menyiapkan tim relawan maupun mobil evaluasi.

“Harus disiapkan jalur-jalur evakuasi. Kalau dari kita secara umum di posko utama Pakem juga selalu siap baik dari sisi relawan maupun mobil evakuasi. Semuanya harus disiapkan dengan matang,” kata Joko. (SM)