Danrem 072/Pmk Kol. Kav. Mohammad Zamroni (berkaus biru tua) mengunjungi Gereja Katholik St. Lidwina, Bedog, Gamping. Ia didampingi antara lain Camat Gampir Abu Bakar, S.Sos., M.Si. (berdiri nomor dua dari kanan berbaju abu-abu). (Foto: Putut Wiryawan/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Komandan Korem 072/Pamungkas Kol. Kav. Mohammad Zamroni, S.I.P. menegaskan, masyarakat DIY tidak perlu resah menyikapi aksi teror di Geraja Santa Lidwina, di Pedukuhan Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DIY. Sebaliknya, masyarakat harus bahu-membahu bersama-sama memerangi teror-teror yang ingin membuat resah masyarakat.

Danrem Kol. Kav. Mohammad Zamroni, S.I.P. menegaskan hal itu Minggu siang (11/2/18) kepada wartawan di depan Gereja Santa Lidwina, seusai meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan oknum teroris terhadap umat Katholik yang sedang melaksanakan misa mingguan.

Seperti diberitakan, Minggu pagi 11 Februari, sekitar pukul 07.30 jemaat Gereja St. Lidwina sedang melaksanakan misa dipimpin Romo Karl Edmund Prier, SJ. Tiba-tiba oknum teroris yang diidentifikasi bernama Suliyono, beralamat di Krajan Rt. 02 Rw. 01 Kandangan Pesanggrahan Banyuwangi Jatim, masuk melalui pintu utama gereja. Lelaki berjenggot lebat ini kemudian mengamuk sambil berteriak-teriak. Setelah melukai beberapa orang dengan pedang, tersangka menuju mimbar altar dan membacok Romo Prier hingga terluka di bagian kepala.

Baca Juga :  Jelajahi Museum Tengah Malam, Buat Apa ?

Umat yang sedang misa kemudian berhamburan keluar. Petugas dari Polsek Gamping yang segera datang ke lokasi gagal membujuk tersangka Suliyono untuk menyerahkan diri. Suliyono bahkan menyerang petugas Aiptu Munir yang membujuk untuk menyerahkan diri. Tersangka akhirnya dapat dilumpuhkan setelah ditembak polisi. Aiptu Munir mengalami luka sabetan pedang di bagian tangan.

Siap Membantu

Kolonel Mohammad Zamroni mengatakan, aparat TNI siap memberikan bantuan kepala Polri dalam menangani perkara ini. “Tanpa diminta, sekarang anak-anak sudah berada di lapangan untuk mengumpulkan informasi,” ujar Danrem. Ia menambahkan, secara hukum persoalan ini menjadi kewenangan Polri untuk menindak dan mengusut perkaranya.

Sampai dengan Minggu sore, banyak warga masyarakat yang masih datang melihat lokasi kejadian. (iry)

Baca Juga :  Waspada Saat di Mesin ATM. Kenapa?