Daop 5 Purwokerto Pastikan Lintasan Aman Libur Natal dan Tahun Baru

428
Rombongan tim inspeksi lintas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto, memeriksa rel Stasiun Langen, Banjar.(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Selama beberapa hari ini manajemen PT Kereta Api Indonesia Daerah  Operasi (PT KAI  Daop) 5 Purwokerto memeriksa seluruh lintasan yang ada di wilayahnya. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan kondisi lintasan siap dioperasikan menyambut masa angkutan Natal 2017 dan Tahun baru 2018 (NATARU).

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokeri Ixfan Hendri Wintoko, Kamis (16/11/2017) menjelaskan,  sesuai dengan instruksi Direksi PT KAI, masa angkutan Natal 2017 dan Tahun baru 2018 (NATARU) akan dilaksanakan selama 17 hari, yakni 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Manajamen mempersiapkan berbagai aspek keamanan dan keselamatan bagi para pengguna jasanya.

Pemeriksaan yang dilaksanakan di seluruh wilayah PT KAI Daop 5 ini mencakup pemeriksaan jalur, titik-titik rawan, jembatan, terowongan, wesel, dan kemampuan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi masa liburan. Dengan menggunakan lori atau dressin motoris, rombongan bertolak kearah utara pada selasa (7/11/2017). Lintasan Tegal hingga Purwokerto menjadi pilihan pertama untuk diperiksa.

Pemeriksaan yang kedua dilaksanakan pada Selasa (14/11/2017) dimulai dari Stasiun Kutoarjo hingga Stasiun Purwokerto, sedangkan pemeriksaan yang ketiga dilaksanakan Kamis (16/11/2017) diawali dari Stasiun Banjar hingga Stasiun Kroya. Inspeksi ini dipimpin Vice President (VP) Daop 5 Purwokerto, Dwi Erni Ratnawati bersama seluruh manajer dan quality control (QC).

Dwi Erni Ratnawati mengatakan, hasil pemeriksaan  digunakan sebagai bahan penyusunan strategis pola rencana operasi (Renop) menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2018. Pemeriksaan sudah dilaksanakan tiap hari oleh unit-unit bersangkutan di setiap wilayah kerjanya. Namun dia tidak mau bertaruh hanya melihat data yang disampaikan kepadanya tiap harinya.

“Kami wajib mengetahui dan memastikan bahwa pemeliharaan dan pengendalian resiko keselamatan sudah dilaksanakan dengan baik dan andal. Saya tidak mau bertaruh untuk keselamatan karena keselamatan adalah hal mutlak,” kata Dwi Erni.

Hal lain yang diperiksa dalam inspeksi ini, diantaranya adalah kebersihan toilet, peningkatan pelayanan kepada publik, pelaporan potensi resiko, pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar ditempat yang mudah dilihat dan diambil.

Beberapa temuan yang harus segera ditindaklanjuti diantaranya kondisi cat stasiun yang sudah kelihatan kusam, bancik stasiun agar segera ditambah, ketersediaan P3K.

“Terkait potensi yang mengancam keselamatan KA harus dilaksanakan seketika, tidak ada toleransi sebelum masa angkutan NATARU semua kondisi Sarana dan Prasarana harus andal,”kata Dwi Erni. (SM)