Dapil I Berkurang 1 kursi, Pindah ke Dapil II

215
Ilustrasi.(kotawates.com)

KORANBERNAS.ID—Seperti halnya tahun 2014, saat pileg dan pilpres 2019 nanti, jumlah dapil di Kabupaten Kulonprogo terbagi lima. Namun ada pergeseran satu kursi, di Dapil Kulonprogo I ke Kulonprogo V.

Ketua KPU Kulonprogo Muh Isnaini menjelaskan hal tersebut Kamis (26/04/2018).

“Sesuai Keputusan KPU RI nomor 277/PL.01.3-Kt/KPU/IV/2018, dapilnya tetap dengan periode sebelumya terbagi di lima dapil,” jelasnya.

Dikatakan, KPUD Kulonprogo telah menggelar workshop sampai dengan uji publik terkait usulan dapil. Ada tiga usulan dapil yang diajukan ke pusat, sesuai dengan beberapa pertimbangan yang ditetapkan. Namun hasil akhir tetap berada di KPU RI, yang kemudian menetapkan untuk dapil Kulonprogo sama.

Jumlah kursi untuk DPRD Kulonprogo tetap 40. Ini sesuai dengan jumlah penduduk Kulonprogo yang jumlahnya sekitar 450 ribuan.

Baca Juga :  “Disruptive Innovation” Geser Pemain Bisnis yang Sudah Mapan

Adapun pergeseran jumlah kursinya, satu kursi dari Dapil I yang meliputi Wates, Temon, Panjatan dari 11 kursi menjadi 10 kursi. Satu kursi ini masuk di Dapil V (Galur dan Lendah) dari 7 kursi menjadi 8 kursi.

Dapil lainnya tetap. Yaitu untuk Dapil II (Kokap-Pengasih) tetap sama dengan 8 kursi. Begitu juga dengan Dapil IV (Nanggulan-Sentolo) dengan 7 kursi dan dapil III (Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawang) dengan 8 kursi.

Nantinya, setiap parpol maksimal menyiapkan calon sebanyak kursi yang tersedia di setiap dapil.  Itupun wajib memasukan 30 persen kuota perempuan.

“Ketika kuota perempuan tidak terpenuhi, tetap harus diperbaiki,” tegas Isnaini.

Panggih Widodo anggota KPU Kulonprogo mengatakan, dalam pemilu nanti tidak lagi menggunakan perhitungan atas dasar nilai BPP (bilangan pembagi pemilih). Namun untuk menentukan menggunakan metode sainte lague dengan dasar peringkat suara.

Baca Juga :  Angkat Seni Karawitan, Purbalingga Gandeng ISI Surakarta

“Metode ini dianggap paling mendekati proporsional dan bisa mengakomodir partai sesuai perolehan suara,”jelas Marwanto anggota KPU lainnya. (SM)