Dari Bumbung Pramuka, Ruang Pertemuan dan Mushola Berdiri di Bantul

131
Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) DIY GKR Mangkubumi melakukan kunjungan silaturahmi ke Gubug Pramuka Bantul, Senin (06/08/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) DIY GKR Mangkubumi melakukan kunjungan silaturahmi ke Gubug Pramuka Bantul, Senin (06/08/2018).

Kunjungan tersebut rutin dilakukan Ka Kwarda setiap tahun untuk melakukan pembinaan kepada pramuka di daerah.

KaKwarcab Bantul, Sudadi dalam sambutanya melaporkan kondisi di Bantul selama setahun terakhir, yakni pembangunan ruang pertemuan dan mushola dengan dana “bumbung pramuka” yang dikumpulkan setiap Hari Pramuka di lokasi Gubug Pramuka.

“Sudah dua tahun dana “bumbung pramuka” kita fokuskan untuk pembangunan ruang pertemuan. Karena kalau cuma satu ruang seperti saat ini kurang memadai jika banyak peserta,” katanya.

Selain ruang pertemuan dan mushola, dilakukan juga penyekatan ruangan untuk digunakan pengurus Kwarcab Bantul. Serta berbagai kegiatan pramuka sesuai tupoksi, baik dengan dana bantuan APBD Bantul ataupun OPD terkait di tingkat siaga, penggalang, penegak maupun pendega.

Baca Juga :  Serahkan Berkas ke KPU, PKS Bawa Serbet

Untuk Hari Pramuka tingkat DIY 14 Agustus mendatang, Kabupaten Bantul kata Suhadi siap menjadi tuan rumah dan akan digelar apel akbar di Stadion Sultan Agung dengan Irup Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada Hari Pramuka itu adalah kemah, sarasehan, tirakatan dan ulang janji.

GKR Mangkubumi mengatakan untuk Gubug Pramuka akan terus diperbaiki secara bersama-sama demi kenyamanan saat digunakan. Juga perlu penambahan fasilitas perpustakaan pramuka untuk menambah pengetahuan.

“Pramuka itu basisnya pendidikan. Jadi saya minta dibuat tulisan kegiatan pramuka Kwarcab Bantul dan bisa diterbitkan buku yang bisa digunakan untuk souvenir saat pramuka Bantul ada kegiatan baik di DIY bahkan tingkat nasional,” katanya.

Baca Juga :  Ketakutan, Lansia Ini Bersembunyi di Pojok Ruangan

Bisa juga menulis website, blog atau apapun yang bisa ditulis oleh anggota pramuka dan bisa dibaca banyak orang.

“Misal wisata di Bantul seperti apa dan kegiatan pramuka di tempat wisata apa saja. Nah ini dibukukan. Untuk percetakan bisa kita cari bersama-sama,” katanya.

Dengan demikian, antar Kwarcab dan Kwarda harus saling komunikasi untuk kemajuan pramuka dan menjadikan pramuka lebih berkualitas.Termasuk ada kegiatan menulis dan penelitian yang dilakukan oleh pramuka.

“Penelitian yang simpel-simpel saja misal penelitian enceng gondok dan itu bisa mengantar mereka ke nasional bahkan internasional. Kan membanggakan kita semua. Nanti untuk menulis akan digelar pelatihan terlebih dahulu,” katanya. (SM)