Dari Gumuk Pasir hingga Sampah Plastik

246
Di sela-sela pelatihan, peserta mengikuti permainan yang jenaka. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah persoalan lingkungan hidup dan kehutanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi bahan diskusi di antara peserta Pembentukan Kanal Komunikasi dalam Mengembangkan Perhutanan Sosial dan Kemitraan yang berlangsung di @HOM Platinum Yogyakarta.

Pada kegiatan hari kedua, Selasa (29/08/2017), peserta yang dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi per bidang, mencoba mengangkat gagasan serta ide-idenya ke dalam bentuk tulisan.

Beberapa tema menarik mereka bahas bersama-sama, mulai dari masalah gumuk pasir hingga sampah plastik.

Pendapat para aktivis maupun pemerhati lingkungan peserta pelatihan kali ini cukup kritis dan matang, mengingat rata-rata mereka sudah cukup lama beraktivitas di bidang itu, di saat sebagian besar orang sepertinya tidak berminat.

Suwanto, salah seorang peserta, mengakui tidak banyak orang tertarik dengan sampah. Kecenderungannya, masyarakat lebih memilih bidang lain yang lebih menjanjikan.

Selaku narasumber, Dwi Suyono dan Rulianto menyampaikan apresiasi, aktivis lingkungan bekerja tidak hanya berdasarkan studi akademik namun praktik langsung di lapangan, seperti menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren maupun aktif di bank sampah. (sol)