Dari Iuran Sukarela, PGRI Purbalingga Beli Tanah Rp 325 Juta

226

KORANBERNAS.ID–Harapan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga untuk memiliki tanah sendiri, akhirnya  terwujud. Tanah yang dibeli itu berada di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan. Tanah seluas 1.341 meter persegi ini dibeli dengan harga Rp 325 juta.

Di atas tanah itu kini telah dibangun Sekolah Menengah kejuruan – Yayasan Pendidikan dan Lembaga Pendidikan (SMK YPLP) Perwira 2 Purbalingga. Adapun uang untuk membeli tanah itu berasal dari iuran sukarela anggota PGRI Purbalingga sepanjang tahun 2017.

Demikian  salah satu point yang akan dilaporkan pada Konferensi Kerja Tahun ke-4 masa bhakti ke XXI PGRI Purbalingga, yang akan digelar di Gedung PGRI Purbalingga, Kamis (29/03/2018).

Dalam konferensi kerja itu, akan hadir Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi yang akan memberikan motivasi dan pembinaan organisasi kepada para guru di Purbalingga. Juga akan dihadiri Ketua PGRI Jateng, Widadi.

Baca Juga :  BNN Periksa Pupil dan Urin Guru serta Siswa

Ketua PGRI Purbalingga, Sarjono mengatakan, dalam konferensi kerja itu, akan dilaporkan program-program yang sudah dilaksanakan PGRI Purbalingga pada tahun 2017. Kemudian akan ditetapkan program-program kerja tahun 2018. Salah satu program yang dipandang penting adalah pembelian tanah untuk dibangun SMK YPLP Perwira 2 di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan.

“Sudah lama kami menginginkan memiliki tanah sendiri untuk dibangun SMK, dan kini telah terwujud.  Para anggota PGRI Purbalingga secara sukarela beriuran untuk membeli tanah itu. Namun demikian, banyak juga anggota PGRI yang tidak iuran. Jadi, tidak ada unsur paksaan di sini. Saat ini, kami memiliki 6.352 anggota PGRI yang tersebar sebagai guru TK hingga sekolah menengah,” kata Ketua PGRI Purbalingga, Sardjono ketika ditemui koranbernas.id di Kantor PGRI Purbalingga, Selasa (27/03/2018), menjelang  konferensi kerja PGRI Purbalingga.

Baca Juga :  Luapan Cisanggarung Ganggu KA Jakarta-Purwokerto PP

SMK YPLP Perwira 2 kini memiliki 260 siswa, dengan jurusan yang dibuka Multimedia dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Menurut Sarjono, keberadaan SMK YPLP 2 sangat membantu warga masyarakat di daerah Pengadegan dan sekitarnya, yang tidak memiliki kemampuan untuk menyekolahkan anaknya ke kota maupun ke SMA maupun SMK lain yang jaraknya cukup jauh.

“Hadirnya SMK YPLP Perwira 2 sangat membantu warga masyarakat Pengadegan dan sekitarnya. Selama ini,  lulusan SMK YPLP Perwira 2 juga banyak yang terserap di berbagai lapangan pekerjaan, baik di Purbalingga maupun di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Sarjono yang memimpin PGRI Purbalingga untuk masa bhakti 2014-2019 juga mengatakan, selain pembelian tanah,  pihaknya telah menyelesaikan pembangunan Aula PGRI Purbalingga, yang anggarannya mencapai Rp 780 juta, juga bersumber dari iuran suka rela anggota.(SM)