Dari Ruang Ini Bupati Bisa Hubungi Seluruh Camat

321
Sleman Smart Room diresmikan pengoperasionalnya oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Kamis (14/12/2017) sore di Kantor Kominfo Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID –– Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kamis (14/12/2017) sore, meresmikan pengoperasian Sleman Smart Room untuk mewujudkan komitmen membangun Sleman Smart Regency.

“Selain berhasil menyusun masterplan pengembangan smart city yang berisi program hingga 10 tahun ke depan, Pemkab Sleman pada 2017 ini juga merampungkan lima program quick win, salah satunya pembangunan Sleman Smart Room,” kata Sri Purnomo.

Pada peresmian tersebut dilakukan teleconference.  Dengan mudah, dari ruangan tersebut bupati bisa menghubungi seluruh camat di kabupaten tersebut.

Pada peresmian Sleman Smart Room ini dilaunching pula program inovasi Smart City dan capaian quick win 2017 Pemkab Sleman.

Sri Purnomo berharap dengan fasilitas ini dapat semakin mempercepat pencapaian visi pembangunan, sekaligus sebagai bagian dari komitmen Pemkab Sleman melalui Gerakan Menuju 100 smart city di Indonesia.

Sleman Smart Room tidak hanya merepresentasikan fasilitas, fungsi dan kegunaan dari ruangan ini dalam menunjang kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman.

Ruang ini dapat berfungsi sebagai tempat berbagi ilmu, pengetahuan dan sarana belajar bagi pegawai dan masyarakat. Mereka bisa memanfaatkan fasilitas IT dan multimedia yang tersedia di ruang ini.

Kepala Diskominfo Kabupaten Sleman, drg Intriati Yudatiningsih Mkes, mengatakan dengan Sleman Smart Room, Pemkab Sleman lebih mudah melakukan monitoring, pengontrolan, koordinasi, perintah, maupun pengambilan keputusan sehingga pelayanan kepada masyarakat meningkat.

Sleman Smart Room dibangun bertahap, diawali dari proses perencanaan pada 2016 dan selesai pada Oktober 2017 dengan total biaya Rp 3,4 miliar. Fasilitas tersebut berguna sebagai ruang koordinasi jarak jauh antara kabupaten, kecamatan dan masyarakat.

Di ruang smart room ini dikembangkan aplikasi eksekutif dashboard, aplikasi pemantauan CCTV, lapor Sleman, virtual meeting dan berbagai sistem pelayanan pemerintah dan publik,” katanya.

Pada 2018 fasilitas itu akan ditambah smart glass (perangkat sekat kaca elektronik) dan mengembangkan sistem video teleconference.

Sedangkan pengadaan CCTV pada 2018 sejumlah 200 unit bekerja sama dengan swasta. Pada 2017 CCTV terpasang di 36 titik mulai dari tempat publik, tempat wisata, daerah rawan bencana serta jalan-jalan protokol yang ramai. (sol)