Polres Kulonprogo menunjukkan barang bukti narkoba. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Polres Kulonprogo berhasil menangkap delapan orang tersangka terlibat dalam penyalah gunaan narkoba. Kedelapan orang tersebut ditangkap secara terpisah oleh anggota Sat Narkoba Polres.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifa’i menjelaskan, dua tersangka merupakan residivis yang pernah ditahan karena kasus yang sama. Dituturkannya, pada Sabtu (9/8/2017) di Sidoagung, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman menangkap tersangka Windu, (28). Dari tangannya juga diamankan 13 butir pil Riklona Clonazepam dan 10 butir pil Merzi Alprazolam.

Yang kedua Rabu (13/8/2017) pukul 22.45 di Kampus Sami Desanta, Ngestiharjo, Bantul, mengamankan Tian (23). Dia warga Jotawang, Bangunharjo, Sewan, Bantul. Petugas mengamankan barang bukti 10 butir pil Alganax dan sebutir Alprazolam, HP, STNK dan sepeda motor.

Untuk kedua tersangka akan dijerat dengan UU No 5/1997 Pasal 62 tentang Psikotripika dengan ancaman hukumam 5 tahun denda maksimal Rp 100 juta, jelas Kapolres.

Pada Sabtu (16/8/2017), petugas mengamankan empat tersangka penangkapan. Pertama tersangka Iteng (18), pukul 20.00. Dan setelah dilakukan pengembangan pukul 22.45 petugas kembali mengamankan Anggi (23), warga Pringgokusuman, Gedong Tengen, Jogja. Kemudian menangkap Igun (34), warga Jetis, Tirtomartani, Sleman dan Warisul (29), warga Mulyodadi, Majenang, Cilacap.

Baca Juga :  Soal Tali Asih, Warga Minta Surat Pernyataan PA

“Petugas juga mengamankan barang bukti 1 botol UC1000 dan pipet yang diduga kuat untuk mengisap shabu (bong). Dari tangan tersangka Igun kita dapatkan paket sabu seberat 0.11 gram. Setelah dikembangkan lagi kita amankan pemodal (berniat membeli sabu) Warisul, seberat 0,09 gram sabu, HP dan dompet coklat.

Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Ika Shanti Prihandini yang mendampingi Kapolres menambahkan,” ujarnya.

Pada kasus sebelumnya, Igun pernah diproses di Polres Bantul dalam kasus pemakaian ganja dan sekarang naik kelas menjadi pemakai shabu. Shabunya kini tengah diuji lab terlebih dahulu. Tersangka Warisul, juga sama naik kelas, sebelumnya ia juga terjerat kasus psikotropika golongan IV dan kini tertangkap tangan memakai Shabu.

Menurutnya kasus kenaikan kelas ini menjadi fakta riil, bahwa kadang user terjerumus ke dalam kasus narkoba ingin tahu atau coba-coba. “Awalnya nyoba ganja, kurang puas atau ingin sensasi yang lain kemudian nyoba shabu” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Terdampak Bandara Harus Kosongkan Rumah 22 September

“Tersangka ini kita terapkan UU No 35/2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat 1 dengan ancaman pidana mak 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar,” ujarnya.

Penangkapan keempat, petugas mengamankan dua tersangka dibawah umur. Mereka berinisial Fla, 15 dan FC, 16. Keduanya atas tuduhan kepemilikan dua pil Riklona dan 20 butir il Merzi Clonazepam. Diamankan di depan SMPN 14 Jogja tepatnya di jalan Tentara Pelajar No 7, Bumijo, Jetis, Kota Jogja.

“Dua tersangka ini masih dibawah umur, mereka dilakukan proses diversi, jadi kita masih menunggu putusan diversinya, apakah berkasnya bisa berlanjut atau tidak,” katanya.

AKP Ika Shanti Prihandini menambahkan, penangkapan memang diluar Kulonprogo.

“Kalau di Kulonprogo masih sedikit penyalah gunaan narkoba. Diduga karena di Kulonprogo masih minim tempat hiburan jenis tertentu. (wid)