Demi Kasus Stunting Nihil, Atalia Kunjungi Puskesmas Berprestasi

53
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil, mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pangandaran dalam rangka Sarling (Siaran Keliling) Jabar ke-15 di Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/2/20). (Humas Prmprov Jabar)

KORANBERNAS.ID, PANGANDARAN–Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil, mengunjungi Puskesmas Kecamatan Pangandaran dalam rangka Sarling (Siaran Keliling) Jabar ke-15 di Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/2/20).

Dalam kunjungan tersebut, Atalia bersama Tim Prevalensi Stunting Jabar, memberikan pembinaan pencegahan stunting.

“Kami bergerak secara masif ke mana-mana, agar tidak ada lagi kasus stunting baru. Kita terus damping, dan saya dapat kabar gembira di Pangandaran ini ada intervensi upaya untuk meningkatkan kesehatan,” kata Atalia.

“Terus didampingi, karena anak-anak itu tergantung bagaimana yang mengasuhnya. Ibu dan bapak harus selalu memberikan makanan yang bergizi,” tambahnya.

Menurut Kepala Puskesmas Pangandaran Aris Rismawan, angka prevalensi stunting dan gizi buruk di Kecamatan Pangandaran menurun. Dari 48 kasus stunting dan gizi buruk, turun menjadi 8 kasus. Rinciannya, 7 kasus stunting dan 1 kasus gizi buruk. Penurunan itu terjadi karena intervensi penanggulangan yang dilakukan Puskesmas Pangandaran.

“Kita targetkan tahun ini nol stunting. Kita ada inovasi juga namanya Gofood Anting (Gofood Antistunting). Jadi, itu bukan hanya mengantar makanan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan PMT lokal, tapi kita juga intervensi mulai dari penyuluhan dan pengukuran ulang tinggi badan, berat badan,” kata Aris.

Aris mengatakan, dalam rangka penanggulangan kasus gizi buruk, tim nya bekerja layaknya seperti keluarga dengan pasien. Mereka bekerja tak kenal lelah, dengan target tidak lagi yang masuk stunting. Minimal kalau gizi buruk, kemudian gizi kurang, lalu gizi baik.

Adapun Puskesmas Pangandaran, merupakan puskesmas berprestasi tingkat Provinsi Jabar. Selain itu, Puskesmas Pangandaran menjadi puskesmas rawat inap pertama di Jabar dan masuk lima besar puskesmas se-Indonesia.

Sebagai puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP) Terakreditasi Paripurna, Puskesmas Pangandaran menjadi Juara I FKTP Berprestasi Kategori Puskesmas Perkotaan Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019.

Puskesmas ini, memiliki 25 kamar rawat inap dengan 40-50 tempat tidur. Masyarakat pun dapat memeriksa kesehatan, rawat inap, maupun cek laboratorium secara gratis.

Di akhir kunjungannya, Atalia menyerahkan bantuan sebagai tanda cinta dari Gubernur Jabar kepada Kepala Puskesmas Pangandaran untuk pembinaan dan pencegahan stunting. (*)