Demi Mikha Tambayong, Morgan Oey Tolak Cewek Barcelona

103

KORANBERNAS.ID– Cinta itu buta. Demi Mikha Tambayong, Morgan Oey rela melepaskan kekasihnya dari Barcelona, Spanyol.

Aktor yang banyak wara-wiri di dunia perfilman Indonesia itu memang sejak lama memendam perasaan pada sahabat kecilnya tersebut. Karenanya meski terpisah jarak dan waktu antarbenua, keduanya saling mencari dan tak peduli kehidupan mapan yang telah dibangunnya.

Kisah cinta ini hadir dalam film “Belok Kanan Barcelona’ yang dibintangi Morgan dan Mikha. Film yang diangkat dari novel best seller karya Adhitya Mulya berjudul Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona!” ini hadir di bioskop Indonesia mulai 20 September 2018.

“Film ini mengisahkan empat karakter berbeda yang masing-masing memendam cinta meski terpisah di empat benua. Saya dan mikha sebenarnya saling memendam perasaan sejak lama namun tidak pernah tersampaikan,” papar Morgan dalam Meet and Greet film “Belok Kanan Barcelona’ di Jogja City Mall (JCM) Kamis (20/09/2018).

Mantan personil boyband Smash itu mengaku antusias merasakan cinta di film garapan Guntur Soeharjanto tersebut.

Selain merasakan keseruan saat memerankan pelajar SMA dan peran dewasa sekaligus, dalam film tersebut, Morgan juga harus belajar main piano. Satu ketrampilan yang belum pernah dia tekuni selama ini.

“Ini adalah film pertama saya yang memerankan saat-saat SMA. Selain itu saya harus belajar piano dalam waktu sebulan saja karena berperan sebagai pianis,” tandasnya.

Baca Juga :  Wisata Candi Masih Favorit

Pengalaman seru juga dirasakan pemain lain, Deva Mahendra. Pemeran Ucup ini harus syuting ditengah badai pasir gurun sahara.

“Ungkapan badai pasti berlalu sudah sering saya dengar, terutama dari lagu yang juga cukup populer ditelinga kita. Tapi badai pasir yang kami alami kala shoot scene terakhir di gurun Sahara yang panasnya sampai 44 derajat celcius jadi pengalaman luar biasa. Namun karena kecintaan pada dunia peran, pemain dan kru tetap melanjutkan proses syuting hingga tuntas, meski dengan susah payah,” paparnya.

Adegan dalam badai pasir yang bisa dilihat dalam film ini, lanjutnya adalah badai yang benar-benar terjadi. Sebab spesial efek tidak mungkin dibuat sebegitu nyata meski dengan teknologi CGI (Computer-generated imagery-red).

“Badai pasir yang kami alami adalah sebuah anugerah Tuhan untuk membuat film ini lebih bagus,” terangnya.

Film bergenre komedi romantis ini bercerita tentang keempat orang yang telah bersahabat sedari kecil, yakni Francis (Morgan Oey), Retno (Mikha Tambayong), Farah (Anggika Bolsterli), dan Ucup (Deva Mahendra). Di masa SMA mereka saling jatuh cinta, namun tidak pernah berani saling mengungkapkan. Hingga delapan tahun berlalu mereka terpisah di empat benua yang berbeda, tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Baca Juga :  KA Harus Melambat Saat Lintasi Jembatan Luk Ulo

Sebagai pianis terkenal, Francis hidup berpindah dari satu kota ke kota lain, Ucup berpetualang hingga ke Afrika Selatan. Farah singgah di Vietnam demi menciptakan imajinasi seni di kepalanya menjadi kenyataan. Terakhir, Rendang khas Retno menuntunnya menjadi salah satu juru masak di Denmark.

Meski terpisah jarak, empat sahabat ini selalu menyempatkan waktu untuk saling bercerita tentang kehidupan mereka sehari-hari. Sampai pada suatu waktu Francis yang sedang di Barcelona menyampaikan kabar baik kepada teman-temannya.

Drama, Konflik dan petualangan bermula saat empat sahabat ini harus kembali bersama, bertemu di Barcelona demi kabar baik dari Francis.

Walaupun cerita yang diangkat sedikit berbeda dari novelnya, kehadiran langsung Adhitya Mulya sebagai penulis skenario di dalam film Belok Kanan Barcelona menjadikan film ini punya rasa, setidaknya memiliki kualitasnya sendiri. Bukan hanya mengurai adegan romantis, mengungkapkan cinta, rindu dan patah hati. Adhitya, mampu menempatkan skenarionya menjadi potongan sebuah drama dengan komposisi yang pas. selain itu Penonton disuguhkan berbagai pemandangan indah dari empat benua, seperti keindahan Vietnam, Gurun Sahara, Budapest, Copenhagen dan tentunya keromantisan di Kota Barcelona. (yve)