Demi PKH, Warga Serbu ATM BNI

1218

 

KORANBERNAS.ID–Sejumlah ATM BNI di Kabupaten Klaten sejak Rabu (15/082018) pagi hingga siang hari dipenuhi warga. Mereka rela antre berjam-jam untuk mengambil bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap dua yang ditransfer langsung Kementerian Sosial ke rekening warga.

Antrean warga terlihat di ATM BNI Desa Ponggok Kecamatam Polanharjo dan ATM BNI Jatinom. Di ATM BNI Ponggok warga sudah menumpuk sejak pukul 07.15 WIB. Akibat antrean, praktis warga lain kesulitan untuk mengambil uang di ATM tersebut.

“Hari ini jadwal kami dari Desa Sudimoro Tulung mengambil bantuan PKH. Soalnya bantuan ini ditransfer langsung ke rekening kami,” kata Wibisono, warga Dukuh Jaten Desa Sudimoro kepada koranbernas.id di ATM BNI Ponggok, Rabu (15/08/2018) pagi.

Baca Juga :  Kualitas Beras Mirip Raskin, Tiga Pasar Batal Laksanakan OP 

Wibisono menjelaskan dirinya datang ke ATM BNI Desa Ponggok di depan Toko Desa Ponggok bersama 61 warga lainnya. Pasalnya ATM BNI terdekat dengan pemukiman warga yakni ATM BNI Desa Ponggok.

Ditambahkan, besarnya bantuan PKH yang diterima yakni Rp 1,5 juta per orang/tahun dengan pencairan 4 bulan sekali. Artinya, tiap pencairan akan menerima Rp 500 ribu.

“Ini buat biaya sekolah anak yang sekolah di SD,” ujar Wibisono.

Senada dikemukakan Slamet, warga Desa Sudimoro Tulung lainnya. Menurut dia, bantuan PKH yang dia terima untuk keperluan sekolah anak yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pemandangan serupa terjadi di ATM BNI Kantor Kas Jatinom. Hingga pukul 12:30 WIB antrean warga masih terlihat. Akibatnya, Satpam BNI menyarankan nasabah lain untuk melakukan pengambilan di ATM BNI lainnya.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Alokasikan Anggaran BOP SMA dan SMK

“Warga yang antre ini mau ambil bantuan PKH. Monggo kalau bapak ada keperluan agar ke ATM BNI terdekat di depan toko Surya,” saran Satpam BNI Kantor Kas Jatinom, Puryanto (SM)