Demo Gagalkan Pembangunan Pabrik Tekstil di Bulurejo

269
Papan penolakan warga atas rencana dibangunnya pabrik tekstil di Desa Bulurejo Kecamatan Juwiring Klaten. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Rencana pembangunan pabrik tekstil di Desa Bulurejo Kecamatan Juwiring Klaten oleh pihak investor gagal total. Itu terjadi karena ada sejumlah warga yang memprotes proyek ini.

Warga menolak dibangunnya pabrik tekstil karena khawatir mengganggu kesehatan.

Saat ditemui di Desa Bulurejo, beberapa warga menceritakan, beberapa waktu lalu ada investor yang akan mendirikan pabrik tekstil di wilayah RT 15.  Rencana itu ditindaklanjuti dengan sosialisasi kepada sebagian warga dan perangkat desa di Kantor Kepala Desa setempat.

“Dalam sosialisasi itu pihak investor juga membawa serta ahli dari UGM Jogja untuk mengurus limbahnya kelak,” kata Suyono, salah seorang warga.

Meski tahapannya sudah sampai sosialisasi, tetap saja ada warga yang protes dengan rencana pembangunan pabrik. Protes dilakukan dengan memasang spanduk di sejumlah titik jalan masuk lahan yang nantinya akan dibangun pabrik.

Alif, warga RT 19/RW 6 mengatakan sosialisasi sudah dilakukan sekali di Kantor Kepala Desa Bulurejo. Namun dia tidak ikut  karena tidak mendapat undangan.

“Saya kan orang kecil pak, jadi tidak diundang,” tuturnya.

Secara pribadi kata dia, dirinya tidak masalah jika investor benar-benar mau mendirikan pabrik tekstil karena bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar. Namun karena ada warga yang protes, maka dirinya tidak bisa berbuat apapun. Apalagi investornya dari mana dan siapa juga tidak dia kenal.

Alif menambahkan, sedianya pihak investor berencana akan membangun pabrik di lahan persawahan milik warga yang saat ini sedang ditanani padi.

“Rencananya pabrik mau dibangun di sawah milik warga seluas 3 petak. Satu petak sudah terjadi kesepakatan ganti rugi sedangkan 2 petak lagi belum. Apalagi sawah itu masih ditanami padi,” terang Alif.

Terpisah, Kepala Desa Bulurejo Marjiono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pabrik tidak jadi dibangun karena diprotes warga. “Tidak jadi dibangun. Karena diprotes warga,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di RT 15 Desa Bulurejo. (SM)