Demo Hari Buruh, Massa Bakar Pos Polisi UIN Suka

1125
Demo Hari Buruh di Pertigaan UIN Suka, Senin (01/05/2018). (foto: Fajar Adi Nugraha/Info Cegatan Jogja)

KORANBERNAS.ID — Ratusan massa melakukan aksi demo Hari Buruh 1 Mei di pertigaan UIN Sunan Kalijaga (Suka), Selasa (02/05/2018) sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WOIB memacetkan ruas jalan Jogja-Solo hingga beberapa kilometer hingga pukul 17.00 WIB.

Massa membawa sejumlah poster yang bertuliskan “Selamat Hari Buruh”, “Tolak NYIA”, “Cabut UU no 2 tahun 2012”, “Cabut MOU TNI-POLRI Militer Hilang”, “Hapus Foedalis Jogja”, “Turunkan Harga BBM”, “Hancurkan Kesultanan”, “Jogja Istimewa tanpa SG/PAG
” hingga “Nawacita Membunuh Indonesia dari Pinggiran” dan lainnya.

Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa tersebut berakhir ricuh. Sebagian massa membakar pos polisi dengan melempar molotov di pos polisi yang berada di depan KFC dan gerai penjualan smartphone tersebut. Sebelumnya massa membakar ban bekas dan menyalakan kembang api sambil berorasi.

Baca Juga :  Racana IAIN Purwokerto Bangun Desa Wisata di Riau

Warga yang tidak terima atas perusakan pos polisi pun mengejar massa. Akhirnya terjadi aksi saling lempar batu. Warga mengejar pendemo yang lari masuk ke UIN Sunan Kalijaga.

Warga bersama sejumlah polisi juga menutup akses jalan di seputaran Papringan. Mereka berjaga-jaga dari massa yang dikhawatirkan masuk kampung.

Suasana Demo Buruh di pertigaan UIN Suka, Senin (01/05/2018). (istimewa)

Salah seorang warga yang terjebak macet akibat aksi demo tersebut, Ratnawati mengaku kesal akan ulah anarkis massa. Seharusnya mereka bisa lebih santun dalam menyuarakan ide dan gagasan maupun uneg-unegnya.

“Dengan merusak pos polisi justru membuat masyarakat jadi tidak respect (hormat-red) pada pendemo-pendemo itu. Masak mau bela rakyat kok bikin macet jalan, bukan memberikan solusi atas persoalan bangsa yang terjadi saat ini,” tandasnya.

Baca Juga :  Jogja Tak Takut Teror Bom

Berdasarkan informasi yang dihimpun koranbernas.id, Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri yang meninjau lokasi kejadian, demo Hari Buruh di pertigaan UIN Sunan Kalijaga itu tidak berizin. Aspirasi yang disampaikan massa pun sudah tak relevan dengan kaitannya dengan peringatan Hari Buruh tersebut.(yve)