Densus Tangkap Terduga Teroris di Alian

240

KORANBERNAS.ID—Warga Pedukuhan Tranala.  Desa Kalijaya, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Selasa (19/6/2018) pagi  dikejutkan penangkapan Ftn alias Toni (26) oleh Densus 88. Penangkapan  di rumah  Ny  Kamsitun (53), orang tua Toni,  berjalan tanpa perlawanan. Terduga teroris  ini, diketahui pulang mudik  dari  Bekasi Kamis (14/6/2018) dengan naik motor.

“Ketika  ditangkap dia sedang ngopi di rumah ibunya,  dia tidak melawan,“  Kepala Desa  Kalijaya, Subiani, kepada koranbernas.id, Rabu (20/6/2018).

Lokasi penangkapan di sebuah perkampungan berbukit  yang jaraknya 800  an meter dari  jalan kabupaten yang menghubungkan  Kota Kebumen-Krakal. Anggota Densus 88 yang melakukan penangkapan belasan orang. Barang barang yang disita dari rumah orang tua  Ftn, tas ransel, handphone Ftn, motor matic milik sepupunya yang digunakan mudik dengan sepupunya H.  Tidak  ditemukan bahan peledak ada saat penangkapan.

Baca Juga :  Sepeda Motor Listrik Tumbuh Pesat

“Dia dalam jaringan teroris calon penganten,“ kata Subiani, yang didampingi kakaknya Subiono.

Sebagai  kepala desa Subiani tidak curiga terhadap pemuda/bapak satu anak  yang lahir dan dibesarkan di kampung itu terduga teroris. Namun ada perubahan  penampilan Ftn dalam  beberapa  tahun terakhir ini.

Sebelum merantau ke Bekasi, Ftn tidak memelihara jenggot,  tidak bercelana cingkrang,  jidatnya tidak hitam. Kulitnya pun, sekarang jauh  lebih  bersih dibanding  ketika masih tinggal  di kampung kelahirannya 7 km arah  timur laut dari Kota Kebumen.

“Foto yang menyebar di medsos, ketika belum merantau di Bekasi,“  kata Subiani.

Selama mudik  Subiani mengaku pernah melihat  Ftn 2 kali. Pertama  melihat, Sabtu (16/6/2018) siang ketika desa menggelar pengajian di   kantor desa. Pertemuan  kedua  di rumahnya, Sabtu (16/6/2018) malam.  Dia  lebih banyak diam ketika berada di kerumuman orang. Di rumah Subiani Ftn hampir 2,5 jam tidak  banyak berbicara.

Baca Juga :  Rawat Proyek TMMD agar Awet

“Saya baru tahu dia  terduga teroris setelah ditangkap,“  kata Subiani.

Operasi  penangkapan terhadap Ftn, menurut  Subiani sebenarnya  sudah dimulai Rabu (13/6/208). Ada seseorang yang pamitan/memberitahu ada pengamanan di desanya. Orang itu berpesan, agar dia  merahasiakan kegiatan di desa  itu. Ia baru  tahu ada operasi penangkapan, setelah Ftn diamankan. (yve)