Desa Karangjambu Tak Lagi Terisolir

307
Kondisi jalan di Kecamatan Karangjambu yang digarap dalam program TMMD oleh jajaran Kodim 0702 Purbalingga. (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kecamatan Karangjambu di bagian utara Kabupaten Purbalingga kini tak lagi terisolir. Berkat Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun 2018, para tentara dari jajaran Kodim 0702/Purbalingga berhasil membuka akses jalan sepanjang 1.975 meter yang menghubungkan Kecamatan Karangjambu dengan Desa Ponjen Kecamatan Karanganyar.

“Akan kami kebut pembangunan akses jalan itu, sehingga sebulan ke depan selama TMMD di Karangjambu ini, semuanya bisa selesai. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Karangjambu, yang telah bergotong royong mensukseskan TMMD ini,” ujar  Letkol Inf Andi Bagu DA,  Dandim 0702 Purbalingga, di sela-sela upacara pembukaan TMMD Reguler ke 101, Rabu (04/04/2018) di Lapangan Desa Karangjambu.

Selain membangun akses jalan, TMMD di Karangjambu juga membangun gorong-gorong dengan volume 0,40 x 7 meter (dua buah), pembangunan talut volume 30 x 2 meter dan pembangunan pagar SMP N 1 Karangjambu 25×2 meter.

“Kami juga melakukan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan mental ideologi, kesadaran berbangsa dan bernegara, penyuluhan bidang kesejahteraan rakyat dan penyuluhan bidang pertanian,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelajahi Museum Tengah Malam, Buat Apa ?

Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko saat membuka kegiatan mengatakan, TMMD diharapkan mampu memperkuat infrastruktur di daerah pedesaan. Juga untuk membangun peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Yang dibangun antara lain prasarana jalan, supaya mobilitas mereka mudah. Supaya pertaniannya maju dan saat panen mengangkutnya juga mudah,” ujarnya.

Selain prasarana fisik, TMMD juga memberikan berbagai macam edukasi menyangkut cinta tanah air, bela negara, maupun konsep dan penerapan Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap harus bersatu.

“Dengan kata lain, melalui TMMD kita juga memupuk kebersamaan, kegotongroyongan, senasib sepenanggungan serta persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Kav Dani Wardhana SSos MM yang hadir mewakili Pangdam IV/Diponegoro menuturkan, TMMD merupakan program reguler bersama pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemkab Purbalingga sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Baca Juga :  Ribuan Data KTP Ganda Terkunci Tak Bisa Dicetak

“TNI bersama rakyat dan pemerintah daerah membangun masyarakat untuk lebih sejahtera. Ini dibuktikan dengan membangun insfrastruktur jalan dan sarana prasarana lainnya. Seluruhnya untuk rakyat,” katanya.

Pada pelaksanaan TMMD Reguler di kabupaten Purbalingga, lanjut Danrem, pihaknya menerjunkan 150 personel yang dibantu masyarakat tiap hari bergotong royong sebanyak 50 orang secara bergantian.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 30 hari hingga 3 Mei 2018, bakal menghabiskan anggaran mencapai Rp 1,073 miliar berasal dari Mabes TNI Rp 323 juta, APBD Provinsi Jateng Rp 160 juta dan APBD Kabupaten Purbalingga Rp 590 juta.

Bupati Purbalingga Tasdi menyampaikan pihaknya  sangat mendukung TMMD reguler maupun sengkuyung. Pihaknya senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan TMMD, baik pendanaan, pengerahan masyarakat maupun fasilitasi sarana prasarana lainnya. “Untuk TMMD Reguler ini pemkab menggelontorkan anggaran Rp 590 juta,” katanya. (sol)