Desa Penenun di Sleman Ini Terus Berinovasi

266
Peserta Pelatihan Tenun Pelangi Sejati di Sumber Arum Moyudan, Sleman.(istimewa)

KORANBERNAS.ID– Kelompok Usaha Bersama (UB) “Pelangi Sejati” Desa Sumber Arum Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman berhasil mengembangkan potensi masyarakat setempat berupa kerajinan tenun turun temurun sejak puluhan tahun.

“DIY memang lebih dikenal dengan batiknya. Namun, siapa sangka di ujung perbatasan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Kulonprogo sebuah dusun bernama Sejati Desa, Desa Sumber Arum menyimpan potensi lainnya yaitu stagen tenun,” kata Arum Anindityo Dwiprakoso, pendamping Usaha Bersama (UB) Pelangi Sejati, Sumber Arum, Selasa (14/11/2017).

Menurut Arum, menenun sudah menjadi tradisi turun menurun dari warga setempat. Hampir setiap rumah memiliki alat tenun bukan mesin (ATBM).

“Sadar akan potensinya dan telah didampingi berbagai institusi serta lembaga pada tanggal 19 Desember 2015 dibentuklah sebuah usaha bersama berbasis koperasi bernama Pelangi Sejati,” katanya.

Baca Juga :  Berkat Fingerprint, Identitas Perempuan Misterius Ini Terungkap

UB Pelangi Sejati lanjutnya, pada awalnya hanya melayani simpan pinjam. Lambat laun UB Pelangi Sejati mulai berani memasarkan produk tenunnya dengan dibantu berbagai pihak yang mendampinginya.

“Pada tahun ini tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2017 UB Pelangi Sejati memberanikan membuka kelas kecil yang bertajuk Lokakarya Mari Menenun Angkatan Satu. Lokakarya yang dihadiri enam peserta ini memberi wawasan dan praktek budaya menenun untuk masyarakat yang berasal dari berbagai usia dan kalangan,” katanya.

Arum mengatakan, tujuan dari diadakan Lokakarya Mari Menenun ini untuk melestarikan dan mengenalkan stagen tenun yang secara turun-temurun sudah ada di Dusun Sejati Desa.

“Mengikuti perkembangan zaman Stagen Tenun yang sebelumnya berwarna hitam saja dari masukan beberapa pendamping diubah menjadi warna-warni. Perubahan warna ini yang menjadi asal mula Stagen Tenun Pelangi,” katanya.

Baca Juga :  Target DIY Keluar dari Sepuluh Besar

Arum menambahkan selain itu dengan Lokakarya ini akan memberi kesadaran kepada masyarakat yang lebih mengetahui bagaimana tahap-tahap proses tradisional menenun yang panjang dan mengasyikkan untuk diikuti.

“Bahkan peserta juga diajak langsung membuat produk kreasi dari stagen tenun seperti tempat telepon genggam, dompet, dan lain sebagainya. Hasil produk tersebut juga bisa dibawa pulang peserta,” tutur Arum.

Kelas kecil Lokakarya Mari Menenun ini akan selalu diadakan secara terus menerus dan dibuat per angkatan yang maksimal diikuti 10 peserta.

“Lokakarya menenun selanjutnya dilaksanakan pada Sabtu tanggal 18 November 2017 bertempat di Dusun Sejati Desa, Moyudan, Sleman,” tambahnya. (SM)