Desa Wisata Harus Punya Semacam Rekam Medis

176
Sarasehan Forkom Pokdarwis/Desa Wisata Kabupaten Bantul di Hotel Ros In, Senin (18/12/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Jumlah desa wisata di Kabupaten Bantul seiring waktu bertambah.  Saat ini  tercatat ada 39 desa wisata. Dari jumlah tersebut tidak semuanya eksis, bahkan ada yang mati suri alias tidak beraktivitas sebagaimana biasanya sebuah desa wisata. Kendati masih tercatat keberadaannya sebagai desa wisata serta teregister.

“Untuk itulah kita harus memetakan tentang kondisi desa wisata kita masing-masing. Apakah rintisan, embrio, berkembang atau mandiri. Jadi ibarat orang, desa wisata itu harus memiliki semacam rekam medis yang jelas,” kata Kristya Bintoro, Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Bantul kepada wartawan di sela-sela acara Sarasehan Forkom Pokdarwis/Desa Wisata Kabupaten Bantul di Hotel Ros In, Senin (18/12/2017).

Acara itu dibuka Bupati  Bantul Drs H Suharsono. Adapun pembicara Plt Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto HP S.Sos. Sedangkan peserta terdiri dari pengelola desa wisata yang ada di Bantul.

Rekam medis yang dimaksudkan Kristyo dalam dunia  pariwisata adalah catatan profil desa wisata bersangkutan, bagaimana kelembagaanya, SDM pendukungnya dan sisi lain yang mendukung eksistensi desa wisata  tersebut.

Sehingga, jika diperlukan perbaikan dari instansi terkait, maka sudah ada panduannya yang tercatat dengan jelas.

Kristyo menilai perlu dilakukan bedah desa wisata.  Kegiatan ini diikuti semua pelaku pariwisata dan desa diminta menampilkan segala potensi yang ada. Dari bedah desa wisata ini sekiranya ada hal yang kurang bisa dilakukan perbaikan dan penambahan.

“Untuk bedah desa wisata bisa dilakukan satu per satu secara bergiliran sehingga lebih fokus dan maksimal hasilnya. Perlu juga dilakukan test tour atau membuat paket antar desa wisata sehingga semakin memajukan desa wisata di Bantul,” katanya. Sudah ada dalam perencanaan di forum yang dibentuk itu.

Sedangkan Kwintarto mengaku siap duduk bersama, berjalan bersama dan memajukan bersama segala potensi wisata yang ada di Bantul.

“Sekiranya ada persoalan, mari kita  diskusikan dan cari pemecahan secara bersama-sama untuk kemajuan pariwisata yang ada di Bantul,” katanya (sol)