Developer Hentikan Pembangunan Perumahan di Selorejo

248
Suasana pertemuan pihak developer PT Mantap Maju Utama dengan tokoh masyarakat Dukuh Selorejo di Aula Kantor Kepala Desa Krakitan Bayat, Senin (20/11/2017) siang. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Proses pembangunan perumahan di Dukuh Selorejo, Desa Krakitan Kecamatan Bayat Klaten oleh PT Mantap Maju Utama ( MMU) dihentikan sementara oleh developer sebelum ada proses sosialisasi terhadap warga.

Keputusan menghentikan pembangunan perumahan di 2 lokasi itu disampaikan langsung oleh pimpinan PT MMU Bernhard Bambang dalam pertemuan di Kantor Kepala Desa Krakitan Bayat, Senin (20/11/2017) siang.

“Saya minta pemborong yang menggarap untuk menghentikan pekerjaan. Tunggu ada pertemuan dengan warga pada hari Rabu (22/11/2017),” kata Bernhard kepada wartawan usai pertemuan dengan tokoh masyarakat Dukuh Selorejo.

Pertemuan yang berlangsung alot itu dihadiri Camat Bayat Edy Purnomo, muspika Bayat dan Kades Krakitan Nurdin.

Bernhard mengakui apa yang dilakukan pihak pemborong dalam menggarap perumahan tanpa sosialisasi terhadap warga adalah satu kesalahan. Karenanya dia meminta pemborong menghentikan proyek dan secara pribadi dia meminta maaf kepada warga.

Baca Juga :  Festival Warung Hik Meriahkan Hari Jadi klaten

Seperti diberitakan pekan lalu, warga Dukuh Selorejo Desa Krakitan mempertanyakan kehadiran 2 perumahan di RT 5 dan RT 7. Mereka mempertanyakan pihak developer yang tanpa sosialisasi kepada warga tiba-tiba membangun perumahan. Padahal dalam membangun perumahan itu menggunakan fasilitas umum warga seperti jalan dan lain sebagainya.

Saat ini di wilayah RT 5 telah berdiri 9 unit rumah dan di RT 7 berdiri 4 unit rumah. Perumahan itu berada di pojok perkampungan warga dan bersebelahan dengan perkebunan tanaman keras milik warga.

Kepala Desa Krakitan Nurdin mengatakan pihaknya memfasilitasi pertemuan antara warga Selorejo dengan pihak developer terkait pembangunan perumahan yang dipertanyakan warga.

“Ternyata antara developer dengan kontraktor pun ada miskomunikasi. Karenanya developer minta kontraktor menghentikan pembangunan sampai ada pertemuan dengan warga sebelum Kamis (23/11/2017),” ujar Nurdin. (SM)

Baca Juga :  Memprihatinkan, Bekas Kantor Tubup Jadi Gudang Sampah