“Di Belakang Pria Hebat Ada Perempuan Hebat”

265
Seminar Emansipasi Perempuan Indonesia dan Pembangunan Bangsa, Rabu (25/04/2018), di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Dra Zaimul Azah, menyatakan sosok perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan bangsa Indonesia, dan peran itu sudah dibuktikan sejak masa perjuangan.

“Ada ungkapan, di belakang setiap pria hebat pasti ada seorang perempuan hebat. Ini penegasan penting, bahwa dalam kehidupan ini sosok perempuan memiliki peran penting,” tuturnya pada Seminar Emansipasi Perempuan Indonesia dan Pembangunan Bangsa, Rabu (25/04/2018), di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Menurut dia, sudah terbukti sejak masa perjuangan, perempuan tidak mau berpangku tangan tanpa kontribusi apapun. Para pejuang perempuan tetap mengambil peranan sebagai pemimpin perjuangan seperti yang dilakukan Nyi Ageng Serang dan Cut Nyak Dien.

“Dalam masa seperti sekarang ini di mana globalisasi masuk ke semua sendi kehidupan, sosok seorang perempuan menjadi sangat vital untuk mengawal tumbuhnya generasi pembangun masa depan bangsa,” kata dia.

Museum Benteng Vredeburg sebagai institusi yang memiliki tugas memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat khususnya mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia,  terdorong untuk mengadakan seminar ini.

Baca Juga :  Ribuan Orang Hadiri Deklarasi Kebangsaan di Pantai Jatimalang

Sosok perempuan  sengaja diangkat menjadi tema seminar untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran perempuan pada masa dahulu dan masa sekarang.

Seminar kali ini diikuti 150 peserta dari berbagai kalangan di antaranya pemerhati sejarah, komunitas museum, mahasiswa, guru dan perwakilan beberapa instansi pemerintah di DIY. Kegiatan seminar didukung pameran bertema Wanita dan Pendidikan, 21-27 April 2018 di teras Diorama 2 Benteng Vredeburg.

Adapun narasumber Kepala Program Studi Departeman Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Dr Nur Aini Setiawati M Hum,  Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY dr RA Arida Oetami M Kes, pendiri dan pembina Yayasan Sahabat Ibu, Wahyu Tusi Wardani M Farm Apt serta Isna Pujiastuti mahasiswi Geografi UGM yang pernah menjelajahi 23 negara. Sedangkan moderator Rahmat Idris dan Isya Dewi.

“Kami berharap seminar ini menambah wawasan masyarakat tentang hakikat emansipasi, peranan dan perjuangan perempuan pada masa dahulu sampai sekarang,” kata Zaimul Azah.

Baca Juga :  Fenomena Langka Blood Moon, Warga Yogyakarta Sholat Gerhana
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Dra Zaimul Azah menyampaikan sambutan jelang seminar. (dwi suyono/koranbernas.id)

Seminar juga diharapkan menjadi sarana berdiskusi para peserta untuk memberikan sumbang saran dan referensi bagi pengembangan musuem dan pengetahuan sejarah museum.

Diharapkan pula, keteladanan sosok pejuang wanita dan tokoh pendidikan dapat diikuti dan dimaknai kembali sebagai sarana memotivasi untuk melanjutkan perjuangan bangsa.

Sementara itu, Nur Aini Setiawati mengatakan, kiprah perempuan Indonesia telah menunjukkan hasil yang dirasakan masyarakat. Artinya, kepemimpian perempuan Indonesia telah memberi andil yang besar.

Dilihat dari persepektif sejarah, sejak abad ke-19 perjuangan perempuan  dilandasi oleh keadaan kaum perempuan yang memprihatinkan sehingga muncul tokoh-tokoh pejuang perempuan.

Pada periode ini banyak tokoh perempuan bergerak di bidang politik melawan penjajah Kolonial. Tercatat beberapa pemimpin wanita tampil yaitu Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dien dan Cut Meutiah. Sedangkan perjuangan di bidang pendidikan dipelopori Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika. (sol)