Di DIY, Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi

248
Peserta Lomba Cerdas Cermat K3, sedang bersaing menjawab pertanyaan dari Juri, Senin (16/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Angka kecelakaan kerja di DIY terbilang masih tinggi. Tahun 2017 lalu, jumlah kecelakaan kerja di DIY masih mencapai 998 kasus. Melihat kondisi ini, upaya untuk terus mengkampanyekan program Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) perlu terus didorong.

Disela-sela pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat K3, yang diselenggarakan kerjasama antara Disnakertrans DIY dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi Santoso mengatakan, untuk menekan angka kecelakaan kerja, para pekerja dan pemberi kerja diminta untuk meningkatkan pemahaman terkait keselamatan kerja. Salah satu upaya untuk itu dengan menggelar lomba Cerdas Cermat K3.

“Kampanye dan sosialisasi terus menerus, kita harapkan dapat membangun kesadaran mengenai pentingnya budaya K3 di kalangan perusahaan,” katanya, Senin (16/04/2018).

Baca Juga :  Pencuri Masuk Rumah, Malah Ditinggal Tidur

Dalam lomba ini, PT Sport Glove Indonesia berhasil meraih Juara I. Disusul kemudian oleh PT Malindo Feedmill Tbk, dan PT Yogyakarta Tembakau Indonesia. Sedangkan Juara Harapan diraih PT Putra Patria Adikarsa, dan PT PLN (Persero) Unit Pembangunan Jawa Bagian tengah II.

Berdasarkan data klaim di BPJS Ketenagakerjaan, dari 998 kasus kecelakaan kerja tadi, 500 diantaranya  adalah kecelakaan yang terjadi di jalan atau kecelakaan lalulintas.  Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi agar pekerja maupun pemberi kerja untuk memperhatikan aspek keselamatan kerja di bukan hanya di lingkungan kantor, tapi juga sejak berangkat dari rumah hingga nantinya kembali lagi ke rumah.

“Terutama risiko di jalanan, harus ikut menjadi perhatian kita semua. Apalagi, unit usaha di wilayah DIY mayoritas bergerak dibidang ritel dan perdagangan. Banyak pekerja yang mobile. Ini harus diperhatikan perusahaan, bagaimana kondisi pekerja, tingkat kelelahan pekerja, dan kondisi kendaraan juga harus aman,” katanya.

Baca Juga :  Sleman Miliki Rumah Kreatif Bapas

Manufacturing Director Danone ELN Indonesia Delta Deritawan mengatakan kegiatan Cerdas Cermat K3 ini digelar dengan maksud untuk mendorong penyadaran budaya K3. Bagi Sarihusada sendiri, melalui kegiatan ini ingin  menularkan pencapaian 2.500 hari tanpa kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan susu ini.

“Dengan upaya dan kerja keras karyawan dan kontraktor selama 2.500 hari nihil kecelakaan. Bagaimana pun keselamatan harus diusahakan,” katanya. (SM)