Di Kecamatan Ini, Sampah Ciptakan Peluang Kerja

228

KORANBERNAS.ID – Camat Banguntapan Drs Fatoni mengajak semua elemen masyarakat dan lintas sektoral berkerja sama menjadikan Banguntapan lebih baik. Jika pemerintah kecamatan sendiri yang berjalan, tentu tidak akan bisa berhasil mengingat banyaknya keterbatasan.

“Saya selalu menggandeng pihak lain agar Banguntapan ini menjadi kecamatan yang bersih, tertib, aman dan sejahtera. Juga sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bantul,” kata Camat kelahiran Boyolali 18 Juli 1964 itu, pekan lalu, di kantornya.

Misalnya, masalah keamanan dan ketertiban, suami dari Sri Pujiyati seorang guru di SMK Pleret tersebut mengandalkan Bintara Pembina Desa (Babinsa)  dan Koramil serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkabtibmas) dengan Polsek Banguntapan.

Bukan hanya masalah keamanan, daerah yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan berpenduduk padat ini juga punya persoalan pelik mengatasi sampah.

Menurut ayah tiga putra itu, sampah yang dihasilkan setiap hari bisa mencapai 8 ton. “Penduduk kita memang jumlahnya 135.000-an, namun siang hari bisa mencapai 150.000-an. Kenapa? Karena banyak orang datang dan berdagang atau melakukan aktivitas ekonomi lainnya. Tentu ini juga menghasilkan sampah yang harus kita tangani dengan baik agar tidak timbul persoalan,” kata alumni Sospol Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 1989 tersebut.

Salah satu yang dilakukan adalah mengolah sampah dan memanfaatkan kembali menjadi berbagai barang bernilai ekonomi atau dikenal dengan istilah  3 R (Reuse, Reduce, Recycle).

“Di Banguntapan sudah ada petugas pengambil sampah ke permukiman warga kemudian dibuang ke TPS ataupun TPA di Piyungan. Bahkan ini menjadi peluang tenaga kerja dengan banyaknya kelompok pengambil sampah tadi,” kata  pria yang pernah menjabat Camat Jetis, Camat Sanden, Camat Pleret dan Camat Imogiri itu.

Camat Fatoni juga konsens menjaga kerukunan antarumat beragama di Banguntapan, mengingat di wilayah ini banyak terdapat tempat ibadah dari berbagai agama. “Komunikasi terus kita lakukan dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kalau muncul persoalan bisa diselesaikan dan tidak berkembang,” katanya.

Tentu banyak lagi hal yang dia lakukan untuk Banguntapan. Termasuk pembangunan atau infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan maupun mendorong tumbuhnya  UMKM dan sektor lain.

“Dukungan dari semua pihak, termasuk dari keluarga sangat penting agar saya bisa melaksanakan amanah ini sebaik-baiknya,” katanya. (sol)