Di Pasar Hewan Prambanan, Harga Sapi Kurban Merangkak Naik

261
Kondisi Pasar Hewan Prambanan saat pasaran Senin (06/08/2018). (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Harga sapi kurban di Pasar Hewan Prambanan Klaten mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha. Untuk saat ini memang belum meningkat tajam, tapi diperkirakan semakin mendekati Idul Adha 2018, harga hewan kurban termasuk sapi akan terus meningkat.

Ditemui di Pasar Hewan Desa Kebondalem Kidul Prambanan, Senin (06/08/2018) beberapa pedagang sapi mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak pekan lalu.

“Sejak sebulan lalu sudah naik pak. Rata-rata setiap kali pasaran naik 500 ribu rupiah. Sekarang, sudah naik 1,5 juta per ekor,” kata Suyono, pedagang sapi yang mengaku tinggal di Desa Jongkare Kecamatan Karanganom Klaten.

Sapi yang dia jual di Pasar Hewan Prambanan adalah jenis Madura. Sebab didatangkan langsung dari Bangkalan lewat jalur darat melalui jembatan Suramadu.

Dia memperkirakan semakin mendekati hari “H” Idul Adha pada 22 Agustus 2018, harga sapi akan terus menanjak.

Baca Juga :  Susul Daging Ayam, Harga Sayuran Naik

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi Pasar Hewan Prambanan, Waris menjelaskan, bahwa kenaikan harga terjadi untuk semua jenis sapi.

“Sudah ada kenaikan. Kalau yang harganya di bawah 21 juta ada kenaikan antara 1,5 juta hingga 2 juta rupiah per ekor. Tetapi yang harganya di atas 21 juta naiknya rata-rata 1 juta rupiah per ekor,” kata pensiunan guru di salah satu SMK di Yogyakarta itu.

Pernyataan serupa disampaikan petugas tehnis Dinas Pertanian dan Peternakan Klaten Margito. Kepada koranbernas.id, dia mengakui kenaikan harga sapi terjadi untuk semua jenis, baik sapi lokal maupun jenis lain.

Namun dia tidak bisa memastikan apakah mendekati hari “H” harga akan terus naik. Sebab saat pasaran Senin (06/08/2018) kondisinya tidak seramai hari pasaran sebelumnya.

“Agak sepi bila dibandingkan pasaran yang lalu. Mungkin ini karena warga sudah membeli langsung di kandang atau pengaruh daya beli masyarakat,” ujar Margito yang dikenal sebagai mantri hewan di Pasar Hewan Prambanan.

Baca Juga :  Truk Galian C Harus Hati-hati Lewati Gondang-Basin

Ditambahkan, faktor pembelian di kandang juga mempengaruhi kondisi pasar. Sebab pembelian langsung di kandang bisa dititipkan kepada peternak hingga hari “H” nanti. Berbeda bila pembelian di pasar kemudian ternak dipelihara sendiri hingga hari Idul Adha tiba.

Saat ditanya terkait kondisi kesehatan ternak, Margito menjawab tidak ada masalah karena kondisinya sehat. Selain itu juga petugas Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Klaten rutin melakukan pemeriksaan terhadap seluruh ternak kurban di semua pasar hewan.

Pasar Hewan Prambanan hanya buka saat Pon dan Legi saja. Biasanya pasaran Pon lebih ramai bila dibandingkan Legi. Meski hari pasaran, namun  Senin (06/08/2018) terlihat relatif lebih sepi bila dibandingkan pasaran sebelumnya. Terbukti jam 10:30 WIB sudah ada beberapa pedagang yang memilih pulang. (SM)