Di Pasar Semampir, Bupati bantul Kesengsem Tempe Besengek

330
Bupati Bantul Suharsono mencicipi tempe koro yang dimasak besengek saat meresmikan empat pasar dan dipusatkan di pasar Semampir, Desa Argorejo,Kecamatan Sedayu, Rabu (14/02/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Ada pemandangan menarik saat Bupati Bantul Suharsono meresmikan empat pasar rakyat yang  peresmiannya  dipusatkan di Pasar Semampir, Desa Argorejo, Sedayu, Rabu (14/02/2018).

Usai menandatangani prasasti dan menggunting buntal melati sebagai tanda peresmian pasar, Bupati terlihat berkeliling pasar tersebut.

Dengan didampingi  Ketua TP PKK Kabupaten Bantul Erna Kusmawati Suharsono, Kepala Dinas Perdagangan Subiyanto Hadi, jajaran Forkominda  Bantul, Muspika Sedayu dan tamu undangan lain , tanpa segan bupati menyapa para pedagang dan pengunjung pasar satu demi satu.

Saat melihat  penjual tembe koro yang dimasak besengek, orang nomor satu di Kabupaten Bantul  tersebut langsung menghampiri. Kemudian dirinya meminta satu potong tempe besengek untuk dinikmati. Hanya menggunakan wadah sobekan daun pisang, dan lidi untuk menusuk tempe besengek, habislah satu potong makanan yang dimasak oleh Mbah Jasen (60 tahun) tersebut.

Tak berselang lama, satu lembar uang seratus ribu diberikan kepada Mbah Jasen.

“Maturnuwun sanget pak. Alhamdulillah,”kata Mbah Jasem yang kemudian saking gembiranya menempelkan uang tersebut ke jidatnya dan menyunggingkan senyum sumringah.

“Saya suka makanan ini,”kata Bupati.

Dirinya berharap dengan dibangunnya Pasar Semampir dan tiga pasar lainnya akan semakin meningkatkan  kesejahteraan pedagang karena jumlah  pengunjung yang meningkat. Rehabilitasi  pasar, lanjut bupati juga sebagai wujud keberpihakan Pemerintah Kabupaten Bantul kepada para pedagang  pasar tradisional.

Sementara itu, Subiyanto Hadi mengatakan untuk pembangunan pasar tersebut menggunakan dana APBD bagi tiga pasar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk satu pasar. Tiga pasar yang direvitalisasi menggunakan APBD adalah Pasar Panasan, Desa Srimulyo,Kec Piyungan dengan anggaran Rp 1,042 miliar dengan hasil pembangunan 11 kios serta 2 unit los.

Kemudian Pasar hewan Pleret senilai Rp 860 juta dengan hasil pembangunan tambatan  hewan, MCK, pagar keliling, tempat sampah serta tempat parkir hewan. Juga rehabilitasi Pasar Semampir yang menghabiskan anggaran Rp 3,86 miliar untuk pembangunan 11 kios, 10 los, MCK 2 unit, tempat sampah, kantor pengelola pasar, ruang  pertemuan dan mushola.

Sedangkan dana DAK digunakan untuk rehabilitasi pasar Janten, Desa Ngestiharjo,Kecamatan Kasihan senilai Rp 930,86 juta yang  digunakan untuk pembangunan gedung dua lantai.

“Maksud pembangunan pasar ini adalah untuk memberikan fasilitas layak bagi pedagang pasar dan masyarakat. Mempertahankan eksistensi pasar rakyat, dan sebagai salah satu upaya atau langkah menuju pasar yang kompetitif,”katanya

Sedangkan tujuannya dengan dibangun pasar tersebut  diharapkan perekonomian rakyat lebih meningkat, kenyamanan bagunan pasar diharapkan mampu mengundang animo pembeli untuk berkunjung.

Juga dimaksudkan untuk menghilangkan citra atau stigma negatif pasar tradisional yang kadang dinilai kumuh, bau, becek, jorok, minim fasilitas berganti menjadi pasar yang bersih, aman indah, sehat dan nyaman. (SM)