Di Puncak Bucu Wisatawan Merasa Betah

163
Keindahan Puncak Bucu di Dusun Ngelosari Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Bantul menjadi  salah satu daya tarik yang banyak dikunjungi wisatawan. (istimewa)

KORANBERNAS.ID —  Puncak Bucu di Dusun Ngelosari Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Bantul menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang trend dan banyak dikunjungi wisatawan.

Lokasinya sekitar 7 kilometer dari Jalan Utama Jogja-Wonosari ke arah selatan. Akses jalan menuju Puncak Bucu mudah dilalui kendaraan roda dua ataupun empat, kendati harus menanjak cukup tinggi.

Sebelum sampai puncak, wisatawan harus berjalan kaki sekitar  100 meter. Begitu sampai di Puncak Bucu, segala perjalanan panjang itu akan terbayar dengan pemandangan yang indah dan menghijau.

Dari atas Bukit Bucu, wisatawan bisa melihat DIY dari atas. Pemandangannya sangat eksotis apalagi ketika ‘menangkap’ sunset ataupun sunrise.

Pengunjung juga bisa melihat deretan bebatuan alam kecokelatan menjulang tinggi di tengah hamparan pohon yang menghijau.

Semua berpadu dengan udara yang sejuk sehingga wisatawan akan betah berada di tempat tersebut.  Di sini juga tersedia banyak spot selfie yang menarik.

Lurah Srimulyo, Drs Wajiran, mengatakan Puncak Bucu memang dikembangkan menjadi kawasan wisata. “Kita akan kembangkan Puncak Bucu sebagai kawasan wisata yang tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya kepada koranbernas.id, beberapa waktu lalu.

Perbukitan

Kecamatan Piyungan merupakan salah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Bantul. Secara administratif wilayah ini berada arah timur laut dari Ibukota Kabupaten Bantul.

Dengan luas wilayah 3.254,86 hektar, kecamatan ini terbagi menjadi tiga desa yakni Desa Sitimulyo, Desa Srimartani dan Desa  Srimulyo.

Wilayah Piyungan di sebelah utara berbatasan dengan  Kecamatan Prambanan dan Berbah Sleman, sebelah timur berbatasan dengan  Kecamatan Patuk Gunungkidul, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pleret dan sebelah barat berbatasan dengan  Kecamatan Banguntapan.

Camat Piyungan Drs Saroyo Heriyanto mengatakan, 60 persen wilayah Piyungan merupakan daerah berombak hingga perbukitan.

Baca Juga :  Istimewa, Menikah Bareng di Crane Setinggi 20 meter

Kecamatan berpenduduk 37.814 jiwa tersebut kurang subur jika digunakan untuk lahan pertanian padi. Maka arah pengembangan Piyungan lebih ke sektor industri dan pariwisata guna meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Bahkan Piyungan sudah ditetapkan menjadi kawasan Industri oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dengan SK Bupati Nomor 143/3271 tertanggal 1 Agustus 2000.

Turunnya SK itu didahului dengan  surat Gubernur Nomor 143/1064 tertanggal 9 Mei 2000 tentang izin penggunaan tanah kas desa untuk disewakan sebagai kawasan industri di Desa Srimulyo dan Sitimulyo.

“Kita memang menggenjot sektor wisata dan industri untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera,” kata Camat Saroyo Heriyanto kepada koranbernas di kantornya,  beberapa waktu lalu.

Kawasan industri dipusatkan di dua desa  yaitu Srimulyo dan Sitimulyo dengan total  luas bentangan 335 hektar. Tahap pertama, kawasan industri yang dikembangkan oleh investor PT Yogyakarta Isti Parama (YIP) itu akan menghabiskan lahan 105 hektar. Khusus Desa Srimulyo diperuntukkan bagi industri non-polutan. Pembangunan pabrik dimulai awal 2017 ditandai ground breaking oleh Bupati Bantul, Drs H Suharsono di Dusun Cikal.

Lebih dari satu tahun, saat koranbernas datang ke lokasi bersama Camat Piyungan, terlihat bangunan pabrik sudah berdiri dengan luas 7.650 M2.

Camat Piyungan Drs Saroyo Heriyanto melihat lokasi pembangunan pabrik di Dusun Cikal Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Bantul. (sari wijaya/koranbernas.id)

Jalan lebar

Luas ini akan terus dikembangkan, karena lahan yang ada telah disewa. Akses jalan masuk kawasan industri juga telah dibebaskan, dengan standar lebar jalan masuk hingga 24 meter hingga mampu dilintasi kontainer.

“Wilayah Srimulyo rencananya digunakan untuk industri non-polutan. Informasi yang saya dapat  akan digunakan untuk pembuatan kerajinan berbahan baku kertas dengan pangsa pasar ekspor,” katanya. Misalnya saja kertas dibuat tempat tisu, tas kertas dan jenis kerajinan lain.

Saat ini karyawan  sudah mengikuti magang di PT YIP wilayah Kasihan dan Prambanan. Pada tahap awal direkrut 100-an karyawan dari total puluhan ribu karyawan yang akan  dipekerjakan ketika kawasan industri ini telah beroperasi sempurna.

Baca Juga :  Abdi Dalem Jamas Pusaka Kyai Turunsih

“Tenaga kerja yang akan mengisinya sesuai dengan arahan dan harapan bupati, minimal 70 persen harus berasal dari Bantul termasuk dari lingkunga kawasan Piyungan. Saya berharap segala sesuatunya lancar, sehingga target beroperasi tahun ini bisa terlaksana dan masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Heriyanto.

Sedangkan Desa Sitimulyo dikembangkan untuk industri dengan polutan. Sejak tiga tahun beroperasi dan kala itu diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, sudah ada 12 perusahaan yang berproduksi dengan menyerap 6.000 lebih tenaga kerja.

Di antaranya, perusahaan bergerak di bidang pengolahan kulit, wig atau rambut palsu, industri perlengkapan kamar mandi, kosmetik dan wahana hiburan.

“Kawasan industri yang terintegrasi di Desa Srimulyo dan Sitimulyo mengedepankan prinsip hijau. Semua perusahaan berkomitmen menjaga ekosistem, melakukan penghijauan  serta turut mengembangkan seni dan budaya lokal,” kata Saroyo Heriyanto.

Melihat perkembangan yang ada, Camat Heriyanto berharap semua desa di Piyungan menganggarkan lewat APBDes untuk menyiapkan daya dukung keberadaan Piyungan sebagai kawasan industri.

Misalnya menganggarkan dana lewat APBDes untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) warganya. Dengan demikian nantinya mereka tidak hanya jadi penonton, namun juga berperan dengan beroperasinya kawasan industri.

“Rekrutmen tenaga di pabrik itu urusan internal perusahaan. Namun untuk di luar perusahaan, masyarakat saya harap bisa berperan sehingga bisa mengambil manfaat adanya industri di sini,” katanya.

Misalnya  saja membuka warung hingga kos-kosan bagi para karyawan pabrik. Dengan demikian ekonomi masyarakat sekitar juga turut terdongkrak. (sol)