Di Warung Kecil Inilah, Kalapas Purworejo Dicokok BNN

628
Di kedai inilah Kepala LP Purworejo, Cahyono Adhi, dicokok Petugas BNN. (Hery Priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNASI.ID–Cahyono Adhi Satriyanto, mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, yang kini bertugas sebagai Kepala Lapas Kelas 2 Purworejo, dicokok petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng di sebuah Kedai Makan Benglap TNI beberapa meter dari Lapas dia bertugas, Senin (15/01/2018), kemarin.

Penangkapan BNN terhadap Adhi cukup lancar dan bahkan luput dari pantauan awak media.

Kasubsi Pengelolaan Lapas Purworejo, Supriyantono menjelaskan, seluruh karyawan Lapas setempat pun tidak mengetahui kronologisnya secara pasti.

“Setahu kami beberapa saat sebelum beliau pamit mau makan siang, Pak Adhi bilang mau menemui teman-temannya di warung makan sebelah. Itu saja yang kami tahu,”jelas Supriyanto kepada awak media, Selasa (16/01/2018) pag.

Baca Juga :  Bentor Tuntut Dibuatkan Perda, Untuk Apa ?

Pengelola Kedai Makan Benglap, Eriyawati (60) menjelaskan bahwa Adhi sering makan siang di kedainya.

Kepala LP Purworejo, Cahyono Adhi S (kiri) dicokok BNN Jateng atas dugaan keterlibatan menerima aliran dana transaksi narkoba. (Hery Priyantono/koranbernas.id)

Siang itu seperti biasanya dia makan siang di kedai tersebut.

“Tiba-tiba lima sampai enam orang masuk di warung lalu berbincang sesaat dan pergi keluar bersama Pak Adhi. Saya gak tahu enam orang itu siapa,” terang Eriyawati.

Tak berselang lama Adhi langsung masuk mobil dan pergi meninggalkan halaman Lapas diiringi tiga mobil lainnya.

Kasat Narkoba Polres Purworejo, AKP Suwardi membenarkan bahwa ada penangkapan terhadap Kalapas Purworejo.

“Informasi yang kami terima seperti itu, tapi kami tidak tahu menahu karena itu dilakukan oleh BNN Cilacap,” ujar Suwardi.

Meski begitu, ditambahkan bahwa saat ini Adhi ditahan di Mapolda Jateng di Semarang.

Baca Juga :  Purworejo Siap Kembangkan Potensi Pariwisata

“Informasi yang kami terima dia diduga menerima aliran dana transaksi narkoba saat menjabat sebagai Kalapas Nusakambangan dulu. Tapi pastinya, silahkan teman-teman media konfirmasi ke BNN saja,”tukas Suwardi. (SM)