Diam-diam, Telkom Sudah Gelar Jaringan ke Bandara Kulonprogo

217
President (DEVP) Marketing Regional IV Jateng DIY, Soewiyarso, Rabu (07/02/2018) secara simbolis menyerahkan hadiah undian dan diterima Notaris Hendri Samin SH mewakili pemenang. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Telkom Wilayah Yogyakarta, tahun 2018 akan lebih agresif mendorong penjualan produk Indihome. Penetrasi, terutama akan diarahkan untuk Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.

“Untuk Kota sudah oke. Jadi kita akan lebih penetrasi ke kabupaten. Kesempatan masyarakat menikmati layanan digital akan kita buka luas,” kata General Manager Witel Yogyakarta, Firmansyah, kepada koranbernas.id, disela-sela pengundian hadiah Program Natal dan Tahun Baru, Rabu (07/02/2018).

Selain membidik perumahan-perumahan baru, Telkom juga menggelar jaringan kuat untuk pusat-pusat keramaian, pusat pendidikan, dan fasilitas umum termasuk untuk kawasan calon bandara baru di Kulonprogo. Sejauh ini, permintaan yang masuk sudah semakin meningkat. Terutama dari para investor yang dalam proses menanamkan investasinya di sekitar NYIA.

Baca Juga :  Utang Diperlukan untuk Mendorong Pertumbuhan

Agresivitas ini, kata Firman, didukung oleh keseriusan manajemen mengalokasikan investasi. Untuk Yogyakarta, katanya, Telkom mengalokasikan investasi hingga Rp 25 miliar.

“Capex 2018, kita targetkan habis di semester pertama. Kalau memang diperlukan, kita bisa ajukan lagi untuk mendorong percepatan digitalisasi d masyarakat,” imbuh Firman.

Saat ini, jumlah pelanggan Indihome di DIY dan Jateng mencapai 307.000. Untuk DIY, jumlah pelanggan tercatat sekitar 20 persen. Dengan share revenue mencapai sekitar 22 persen.

“Kami sudah melampaui pendapatan Semarang. Dengan penetrasi dan investasi baru d 2018 ini, kita optimistis pasar kita tumbuh lebih dari 25 persen tahun ini. Selain karena dunia pendidikan, sektor kepariwisataan juga memberi kontribusi yang besar,”imbuh Firman.

Baca Juga :  Ketika Dapur Menjadi Inti Sebuah Rumah

President (DEVP) Marketing Regional IV Jateng DIY, Soewiyarso, menambahkan, jumlah pelanggan saat ini, masih jauh dbawah kapasitas terpasang yang ada. Artinya, Telkom sangat siap memenuhi permintaan dari pelanggan baru.

Selain masih memiliki kapasitas terpasang, tahun ini Telkom juga akan terus menambah dan investasi di jaringan sebagai bagian dari antisipasi pertumbuhan pasar.

“Kita berharap, tahun ini bisa tembus 530.000 an. Sebab sekarang kita jauh lebih siap untuk alat produksinya,” katanya.(SM)