Dianggap “Imposible”, Griya Singgah Eks Psikotik Terwujud

121
Ruang isolasi Griya Singgah Eks Psikotik Sarasrosa.  Di Ruangan  ini, ada 4 orang ODGJ ditampung. Mereka tidak dirantai, seperti  ketika  ditampung di rumah Marsiyo.  (nanang w  hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Didirikan  di tengah tidak adanya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  Kabupaten Kebumen, Griya Singgah Eks Psikotik atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akhirnya terwujud.

Jumat (22/12/2017), Bupati Kebumen HM Yahya Fuad meresmikan  beroperasinya griya singgah yang menggunakan dua gedung bekas bangsal kelas 1 Rumah Sakit Umum dr Soedirman (RSDS) Kebumen itu.

“Griya singgah ini ada dari yang sebelumnya dianggap imposible, karena tanpa anggaran menjadi possible,“ kata HM Yahya Fuad kepada wartawan seusai melihat griya singgah.

Pemerintah Kabupaten Kebumen akan mengalokasikan anggaran baru pada APBD  Perubahan  tahun  anggaran 2018. “Griya singgah ini didirikan dari bantuan banyak pihak, non-APBD Kabupaten Kebumen,” ungkapnya.

Baca Juga :  500 Outfit Desainer Meriahkan Jogja Fashion Festival

Pendirian  griya singgah ini, menurut Yahya Fuad, setelah melihat kondisi ODGJ yang ditampung di rumah Marsiyo (75), 1,5 bulan yang lalu.

Dengan waktu yang hanya 1,5 bulan, griya singgah ini terwujud dan bisa  menampung eks psikotik. “Kami minta dukungan DPRD agar bisa menyetujui anggaran untuk  pengembangan  griya singgah ini,“ kata HM Yahya Fuad.

Ketua DPRD  Kebumen  H Cipto   Waluyo  SKep  Ns mengatakan  siap untuk  membahas  dan menyetujui anggaran  yang diusulkan dan  diperuntukkan  pengembangan  griya singgah yang didirikan dan dikelola Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu dan Anak  Keluarga Berencana (Dinsosdalduk KB)  Kebumen.

Kepada koranbernas.id, Kepala Dinsosdalduk KB Kebumen dr A Dwi Budi Satrio MKes menjelaskan, di awal beroperasinya griya singgah  yang diberi nama Sarasrosa ini, pihaknya selain melibatkan stafnya yang  mengurus  masalah  sosial,  juga melibatkan  TKSK (Tenaga  Kesejahteraan  Sosial Kecamatan) dan  Tagana (Taruna Siaga Bencana).  Mereka yang akan lebih banyak mengurus griya singgah ini.

Baca Juga :  Motor Baru Ini Bakal Tingkatkan Keamanan

Pada awal beroperasInya griya singgah, tim griya singgah sudah mengevakuasi belasan ODGJ yang ditampung di rumah Marsiyo.  Poli jiwa Puskesmas Pejagoan menyatakan mereka bisa menghuni griya singgah  untuk sementara waktu.

Sedangkan ODGJ yang belum sempat dirawat di  poli jiwa, karena ruang rawat  inap poli jiwa penuh, mereka dirawat di ruang isolasi.  “Kemarin ada yang ucul  tiga orang, “ kata Budi Satrio (sol)