Diawali Suara Gemuruh, Ladang Pertanian Mendadak Ambles

195
Ladang pertanian di  Dusun Ngondel Kulon Desa Krambilsawit Kecamatan Saptosari yang mendadak ambles, Senin (29/01/2018). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Hujan deras yang terus mengguyur termasuk di Gunungkidul menimbulkan berbagai fenomena alam yang terbilang aneh, salah satunya ladang pertanian di Dusun Ngondel Kulon Desa Krambilsawit Kecamatan Saptosari Gunungkidul, mendadak ambles.

Seorang petani setempat, Parwanto, mengatakan kejadian amblesnya tanah di ladang milik tiga orang warga yakni Harjo Wiyono, Giyono dan Ngadiman terjadi diawali suara gemuruh dan menduga ada gempa.

“Malam hari sebelum ditemukan lubang, warga yang tidak jauh dari ladang mendengar suara seperti gempa. Bahkan beberapa warga sampai keluar rumah,” katanya ditemui di lokasi Senin (29/01/2018).

Sejumlah petani saat pergi ke ladang untuk bercocok tanam kaget melihat lubang berada di tengah ladang yang berada di tengah perbukitan karst itu.

“Paginya warga di sini sudah ramai karena munculnya lubang di tengah lahan milik tiga orang warga itu,” kata dia.

Parwanto mengatakan, pihaknya melaporkan ke pihak desa terkait peristiwa alam ini. Saat hujan tiba, lokasi berubah menjadi seperti kolam besar.

Air tidak bisa bertahan lama, karena langsung masuk ke dalam lubang yang berada di sisi barat lubang.  “Sudah dilaporkan ke pak kades, tetapi memang sulit. Paling kami hanya memasukkan ranting pohon dari atas. Sebab, takut jika harus masuk ke dalam,” katanya.

Kepala Desa Krambilsawit, Wagiya, menjelaskan pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk penanganan lubang tersebut. “Berada di tengah ladang begini bagaimana untuk penanganannya, truk tidak bisa masuk. Mau diurug habis berapa rit batu,” ujarnya.

Pihaknya belum melaporkan kejadian ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. “Belum laporan, sementara masih berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan muspika,” tambahnya.

Bhabimkamtibmas Desa Krambilsawit, Aipda Y Suranto, mengatakan untuk mencegah warga masuk ke lokasi, pihak kepolisian memasang garis polisi di lubang sepanjang sekitar 20 meter, lebar 5 sampai 7 meter dan kedalaman 5 meter.

“Tindakan yang bisa kami lakukan hanya memasang garis polisi, untuk mencegah warga masuk,” ujarnya. (ryo)