Diduga Bunuh Diri, Mahasiswi Cantik Tewas di Hotel

1186
illustrasi

KORAN BERNAS.ID JOGJA – Peristiwa mengagetkan terjadi di salah satu hotel yang terletak di kawasan Sagan, Selasa (15/8) kemarin. Sesosok jasad mahasiswi cantik ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar hotel.

Mahasiswi cantik berinisial Deb itu meninggal di kamar 209 dan diperkirakan meninggal pada Selasa pagi. Petugas Polsek Gondokusuman dan Unit Identifikasi Satreskrim melakukan tindakan pertama tempat kejadian perkara (TPTKP) serta olah TKP pada Selasa sore setelah mendapat laporan dari pihak hotel.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Basunando SH Mhum kepada Koran Bernas, Rabu (16/8) siang, mengatakan, awalnya seorang petugas hotel bernama Heru Pamungkas hendak mengecek keberadaan penghuni di kamar 209.

“Karena sudah waktunya check out, tetapi kok nggak keluar-keluar, maka yang bersangkutan memeriksa ke kamar 209,” kata Basunando.

Baca Juga :  Susah Cari Bandar di Jogja

Korban berinisal Deb, menurut pihak hotel, menginap sejak Senin (14/8) sore. Namun, pihak hotel merasa tidak ada kejanggalan pada penghuni kamar 209 itu.

“Heru memanggil manggil Deb, namun tidak ada jawaban,” terangnya.

Kapolsek menambahkan jika kemudian Heru berusaha melihat melalui jendela, dan Deb terlihat dalam keadaan tertidur. Curiga dengan keadaan sang tamu yang tak menyahut saat dipanggil, Heru yang curiga segera memanggil temannya, Yudistira.

Bersama Yudistira, Heru berusaha masuk kamar tersebut secara paksa dengan mencongkel jendela kamar. Rasa curiga semakin besar ketika dalam kamar tersebut dijumpai dua gelas minuman kopi dan obat yang kemudian diketahui berbahan Potasium.

Selanjutnya pihak hotel segera mengubungi polsek Gondokusuman. Dan kemudian anggota Polsek Gondokusuman datang bersama tim Dokpol dan Idenfifikasi Polresta Yogyakarta. Segera dilakukan pemeriksaan terhadap Deb, namun tidak ditemukan tanda tanda kehidupan dan dalam keadaan lemas.

Baca Juga :  Sinergi Banyak Pihak, Kunci Pilkada Sukses

Setelah dilakukan  identifikasi, jenazah Deb segera dibawa ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan visum dan diserahkan kepada pihak keluarga. “Besar kemungkinan, korban bunuh diri,” tandas Kapolsek. (ros)