Diduga, Rehab SDN Sawit 2 Gantiwarno Salahi Prosedur

449

KORAN BERNAS.ID–Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2017 di Kabupaten Klaten berupa kegiatan rehab ruang kelas dan kantor dicurigai menyalahi prosedur. Dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) seluruh kegiatan harus dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah. Namun beberapa diantaranya justru digarap pihak lain.

Salah satu program DAK Pendidikan yang pelaksanaannya diduga digarap pihak lain adalah SD Negeri Sawit 2 Gantiwarno. Di sekolah tersebut anggaran DAK sebesar Rp 109 juta digarap oleh pemborong.

“Memang pelaksanaannya oleh komite yang juga seorang pemborong. Jika nanti ada sisa dana sudah saya sarankan untuk memperbaiki wc sekolah,” kata Sri Widiati Kepala SD Sawit 2 Gantiwarno.

Pelaksanaan proyek DAK di sekolah yang dipimpinnya, kata Widi, meliputi penkerjaan bagian atap 3 ruang kelas. Namun keputusan melaksanakan kegiatan oleh komite itu berdasarkan rapat antara pihak sekolah dengan komite.

“Dalam rapat itu juga dihadiri komite. Ada usulan karena komite ada yang pemborong maka pekerjaan itu diserahkan semua kepadanya,” tambahnya.

Pelaksanaan program tersebut ternyata berbeda dengan yang disampaikan PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen) DAK Pendidikan SD 2017 Joko Harjoko. Kepada koranbernas.id, dia menjelaskan bahwa DAK Pendidikan tahun ini harus swakelola sekolah.

“Kalau seluruh pekerjaan digarap pihak lain atau komite tidak boleh,” tutur Kasi Sarpras Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Klaten itu.

Khusus di SD Sawit 2 Gantiwarno, pelaksanaan DAK 2017 memang disorot banyak pihak. Pasalnya kegiatan itu terlalu menyolok dan jauh dari kota. Namun kepala sekolah mengakui bahwa segala kegiatan, LPJ dan anggaran DAK tahun ini diserahkan seluruhnya kepada pelaksana kegiatan. (SM)