Din Syamsudin: Pilkada Aman Syaratnya Satu

105
Prof Din Syamsuddin menyampaikan Orasi Kebangsaan dalam rangka Milad Akbar ke-54 IMM, Rabu (14/03/2018), di Kampus Terpadu UMY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –  Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin, optimistis penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak  berjalan aman dan lancar. Hanya saja, ada satu syarat yang harus dipenuhi.

“Pilkada bisa berjalan dengan baik syaratnya satu. Harus ada keadilan dari penyelenggara (KPU), pemerintah dan peserta (parpol). Kalau tidak ada keadilan maka potensial konflik,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela menyampaikan Orasi Kebangsaan Milad Akbar ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (14/03/2018) di Aula Gedung KH Ibrahim lantai 5 Kampus Terpadu UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Din Syamsuddin optimistis pelaksanaan Pilkada serentak 2018 berjalan baik. Memang, ada potensi konflik apalagi bangsa ini terbelah oleh politik identitas.

“Politik identitas itu sah-sah saja asalkan tidak ditampilkan secara ekstrem, eksklusif dan absolutisme pokoke. Saya yakin bangsa ini sudah makin dewasa, cerdas dan berpengalaman menghadapi pilkada. Saya sendiri optimistis dengan kearifan dan kematangan rakyat, Pilkada berjalan baik,” paparnya.

Baca Juga :  Deklarasi Damai di Atas Kain Putih Tiga Meter

Milad ke-54 IMM kali ini selain diikuti utusan dari berbagai daerah juga dihadiri sejumlah tokoh nasional.  Tokoh-tokoh nasional yang diundang di antaranya Prof Dr HM Amien Rais, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan maupun Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Ketua Panitia Milad ke-54 IMM, Imam Mahdi SIP MA, menyampaikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mampu bertahan di  beberapa periode pemerintahan mulai dari Orde Baru hingga era teknologi saat ini.

Di tengah kuatnya arus oportunis yang membelenggu mahasiswa serta kuatnya pengaruh budaya-budaya yang tidak indigeonus yang sarat istilah modern dan glamour, terbukti IMM banyak menuai pencapaian.

Dia mengatakan, IMM sebagai underbow Muhammadiyah memperlihatkan kemapanannya mengisi struktur pimpinan Muhammadiyah dalam konteks Amal Usaha Muhammadiyah maupun persyarikatan. “Berkembang dan tumbuhnya lembaga-lembaga baru di internal Muhammadiyah dipelopori oleh aktivis-aktivis IMM,” kata dia.

Baca Juga :  Heboh, Sawah Sukorame Ini Jadi Spot Wisata Baru

IMM, menurut Imam Mahdi, juga dianggap paling konsisten perjuangannya. “Anggapan ini diungkapkan oleh beberapa tokoh pergerakan Islam, yang melihat perjuangan IMM paling lurus di antara pergerakan lain. IMM tidak terlalu menerjunkan dirinya ke politik praktis,” tambahnya.

Bagi IMM, milad kali ini merupakan momentum untuk memperkokoh nalar gerakan agar segera tercapai Indonesia yang berkemajuan, didukung oleh kedaulatan dan keadilan di berbagai lini kehidupan. (sol)