Dikenal Jujur, Karyawan Ini Peroleh Hadiah Umrah

676
Sugeng Riyadi, penerima hadiah umrah, foto bersama H Arifin Sidiq SE, Direktur Sarana Tani Jalan Imogiri Timur Sewon Bantul. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sugeng Riyadi benar-benar merasa ketiban mbulan ketika Desember 2017 lalu bosnya menyampaikan dia mendapat hadiah yang luar biasa. Yakni menunaikan ibadah umrah.

Beberapa kali mulutnya mengucap syukur kepada Allah SWT serta terima kasih berkali-kali kepada H Arifin Sidiq SE, Direktur Sarana Tani tempat dia bekerja. Penjual sarana produksi tani atau Saprotan itu berada  di Jalan Imogiri Timur Km 17 Sewon Bantul.

Sugeng sama sekali tidak menduga menerima anugerah itu. Sebagai muslim pasti dia ingin sekali melaksanakan umrah. Apalagi haji. Tetapi dia menyadari, dari mana dia bisa mengumpulkan uang puluhan juta rupiah?

Berkat kepandaian istrinya, Tri Lestari atau yang lebih dikenal dengan panggilan Siti mengelola keuangan keluarga sehingga gajinya bisa cukup.

Sugeng merupakan tulang punggung ekonomi keluarga. Bukan hanya untuk makan dan keperluan sehari-hari, juga untuk membiayai anak sulungnya, Ani Wulandari, yang berhasil menyelesaikan pendidikannya D3 Akuntansi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Sedang adiknya, Aditya Dwi Nurrohman  kini masih kelas I  SMP Golo Yogyakarta. Tentu saja butuh biaya yang tidak sedikit.  Selama ini, keinginannya untuk bisa sampai ke Baitullah Mekkah Al Mukaromah cukup disimpannya dalam hati.

“Mas Sugeng merupakan karyawan pertama toko kami. Saat itu masih sangat  kecil berukuran 3 x 3 meter di Pasar Ngotho saat  masih dipegang (almarhum) ayah saya. Saya merupakan generasi kedua penerus usaha itu,” kata H Arifin dalam sambutannya pada pengajian pamitan umrah, Minggu (18/03/2018) pagi, di rumah Sugeng RT 30 RW 08 Kelurahan Sorosutan Yogyakarta.

Baca Juga :  Muhammadiyah DIY Kirim 792 Kafilah ke OlympicAD

Dipilih satu

Menurut Arifin, pilihan itu jatuh pada Sugeng  adalah karena Allah semata. Dia hanya menjadi lantarannya. Ditunjuk, bukan diundi dari sekitar hampir 100 karyawan yang ada sekarang. Pilihan itu jatuh pada Sugeng.

“Saya sama sekali tidak menduga karena jumlahnya banyak dan hanya dipilih satu,” kata Sugeng menjawab pertanyaan koranbernas.id.

Di mata direkturnya, Sugeng merupakan karyawan yang baik,  rajin, jujur dan tekun. Mulai bekerja sejak lulus SMP Panggang tahun 88-an.

Menurut Arifin, orang yang baik bukan berarti tidak pernah berbuat salah. Tetapi ketika berbuat salah dia segera memperbaiki dan tidak mengulangi lagi.

Semangat Sugeng untuk sekolah sangat besar. Sambil menumpang di rumah bos, Sugeng melanjutkan ke SMA Muhammadiyah dan berhasil lulus. Bekal ilmunya pun makin bertambah.

Pemberian hadiah umrah ini dimaksudkan untuk memotivasi yang lain agar bekerja jujur, tekun dan selalu meningkatkan etos kerja.

Baca Juga :  Sultan Ingatkan Fungsi Taman Budaya, Apa Saja ?

Bisnis di bidang Saprotan, menurut Arifin, cukup prospektif bila ditangani secara intens dan fokus. Untuk itu dia membutuhkan karyawan yang memenuhi kriteria seperti di atas.

Pemberian hadiah umrah merupakan tanda rasa terima kasih. Juga sebagai salah satu bentuk pembinaan kehidupan spiritual bagi karyawan.

Sengaja Arifin memberitahu lebih awal agar Sugeng bisa mempersiapkan lebih awal. Termasuk penyiapan paspor. Selasa (20/03/2018), pria pendiam berusia 48 tahun asal Panggang Gunungkidul itu  dijadwalkan berangkat bersama jamaah lain di bawah Biro Umrah Al Madinah yang sudah menjadi langganan Sarana Tani.

Tahun lalu Arifin memberangkatkan dua karyawan umrah. Sedangkan haji sudah dua kali dijalaninya, bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Rindu Ka’bah.

Sejak dia diberitahu hadiah itu bulan Desember, Sugeng semakin rajin beribadah sebagai salah satu bekal menuju Baitullah. Dia bertekat memanfaatkan seluruh waktu di Tanah Suci untuk peningkatan kehidupan spiritualnya, selain tentu saja tidak lepas dari kehidupan lahiriahnya.

Dia berharap, semuanya bisa lebih baik dibanding sebelumnya. “Saya mohon didoakan agar dilancarkan-Nya, dimudahkan-Nya. Sehingga perjalanan suci ini bisa betul-betul berjalan sesuai petunjuk-Nya,” kata Sugeng berharap. (sol)