Dikira Gempa, Jebul Talud Terjang Rumah

285
Masyarakat menggunakan alat berat membersihkan tanah dan pecahan talud yang menghantam tiga rumah di Biro, Desa Seloharjo, Pundong, Selasa (21/11/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Talud setinggi lima meter dan panjang lebih dari 15 meter ambrol dan menimpa tiga rumah di Dusun Biro, Desa Seloharjo,Kec Pundong, Selasa (21/11/2017) dini hari. Tiga rumah tersebut milik Sumanto (34), Juwari (40) dan Dalio (63) dengan 10 jiwa. Beruntung saat kejadian semua penghuni tidur di kamar depan, dan bagian yang tertimpa talud adalah dapur serta kamar mandi dalam kondisi kosong.

Tiga rumah yang masih keluarga itu berdiri berjejer membelakangi talud pembuatan kebun buah milik H Masud Hasan yang telah dikerjakan sejak dua bulan silam.

Menurut penuturan Dalio yang ditemui koranbernas.id di lokasi kalau sebelum kejadian memang wilayahnya diguyur hujan deras sejak Senin (20/11/2017) sore hingga saat kejadian sekitar pukul 02.30 WIB.

“Getaranya keras dan mak brug. Kami semua yang sedang tidur langsung berlarian ke luar rumah, dan kami pikir gempa. Setelah dicek ternyata talud dibelakang rumah yang sedang dibangun ambrol,” kata Dalio.

Ambrolnya talud disertai lumpur dan air yang deras sehingga rumah bagian belakang porak poranda termasuk peralatan dapur dan sumur turut tertimbun. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.

“Alhamdulillah saat kejadian tidak ada yang sedang beraktifitas di dapur atau kamar mandi,” ujarnya.

Dirinya menduga ambrolnya talud tersebut karena pondasi kurang dalam. Dulu saat awal pembangunan talud , dirinya pernah memberi tahu tukang yang bekerja agar lebih dalam lagi menggalinya. Namun saat itu tidak didengar oleh para tukang, sampai akhirnya kejadian tersebut.

Dalio menjelaskan, awalnya belakang rumahnya tersebut adalah hutan dengan tanaman keras dan berbukit bukit. Namun sejak dua bulan lalu telah dikepras untuk pembuatan kebun buah.

“Tadi pemilik proyek sudah datang dan menyatakan akan diganti semuanya. Nanti ini akan dibersihkan dan proyek dilanjutkan lagi dengan yang lebih kuat bangunanya,” katanya.

Sementara Juwari mengatakan kaget saat kejadian dirinya bersama keluarga sedang istirahat.

“Kaget kita semua masih tidur, tiba-tiba ada suara brug keras sekali. Kami semua berlarian keluar rumah dan mengira ada gempa karena getaranya keras,” jelasnya.

Setelah dicek ternyata talud di belakang rumahnya telah ambrol dan menimpa bagian dapur. (yve)