Disabilitas Menjadi Perhatian Pemkot

72
Bejo Suwarno (kiri) mewakili walikota menyerahkan trophy kepada pemenang lomba mewarnai anak-anak.(M Asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Satu tahun menyandang predikat sebagai kecamatan Inklusi, Jetis pun semakin berbenah dan bersosialisasi untuk penyandang disabilitas. Kecamatan tersebut akan terus memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Sumargandi, Camat Jetis Kota Yogyakarta dalam Milad pertama Forum Kecamatan Inklusi (FKI) Jetis Ramah Disabilitas (JERDAIS), Sabtu (15/9/2018) mengungkapkan, Jetis saat ini terpilih menjadi satu dari 8 kecamatan inklusi di Yogyakarta terus berbenah.

“Ada lima hal yang harus diperhatikan yaitu, penyandang disabilitas, orang tua, kemiskinan, ibu dan anak,” katanya.

Menurut Camat Jetis, mereka memiliki ruang rapat di lantai dua. Tentu saja posisi ruang rapat ini menyulitkan penyandang disabilitas, orangtua dan anak-anak.

“Karenanya kami berniat melebarkan ruang rapat di lantai satu dengan kapasitas 40-50 orang. kemarin kami sudah mengajukan anggarannya dan disetujui untuk 2020,” paparnya.

Sementara Ketua Milad Pertama FKI Jerdais Supardiyono menuturkan, acara yang digelar kali ini menandai puncak acara milad FKI Jerdais.

“Sebelumnya, kami mengadakan lomba mewarnai dan melukis untuk anak-anak TK dan SD, memperebutkan trophy Walikota Yogyakarta.  Ini adalah bagian dari upaya menciptakan kesadaran sejak dini bagi anak-anak untuk peduli terhadap penyandang disabilitas,”ujar Pardiyono.

Baca Juga :  Dua Remaja Asal Kotagede Hanyut Terseret Ombak Pantai Selatan

Menurutnya, FKI Jerdais mengupayakan layanan kesehatan penyandang disabilitas di kelurahan yang dibina oleh Puskesmas Jetis dan Jaminan Kesehatan Sosial (jamkesos) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Anggota FKI Jerdais di Jetis  sebanyak 250 orang. Tapi yang dilibatkan dalam acara ini baru 100 orang.

“Ke depan kami juga melakukan sosialisasi di kelurahan, agar penyandang disabilitas bisa di terima di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, kami juga melakukan pemberdayaan keluarga untuk penyandang, baik itu untuk penderita ataupun orangtua penyandang,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, mitra dalam pelayanan kesehatan penyandang disabilitas dilakukan oleh PKPU Human Initiative, sebuah lembaga swadaya masyarakat bergerak di bidang sosial.

Tim medis PKPU Human Initiative melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penyandang disabilitas.(M Asmani/koranbernas.id)

Hesti Wulandari seorang apoteker yang dikirim PKPU, datang bersama 1 orang dokter dan 2 perawat. Mereka bertugas memberikan pelayanan kesehatan untuk para penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Ada Doa Lombok di Lomba Panjat Pinang

“Kami memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis untuk 100 orang. Obat- obatan yang kami siapkan untuk pertolongan pertama saja,” jelas Hesti.

Plt kepala Dinas Sosial (dinsos) Kota Yogyakarta Bejo Suwarno membacakan sambutan Walikota mengatakan, Pemkota melaksanakan kebijakan perencanaan pembangunan yang mengafirmasi gender untuk 5 kelompok rentan. Yatu kelompok disabilitas, perempuan, anak, lanjut usia (lansia) dan penduduk miskin.

“Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan keberpihakan pada penyandang disabilitas dengan berupaya menyempurnakan serta menyediakan berbagai fasilitas, sarana prasarana layanan masyarakat yang bertujuan menjamin kemudahan,” jelasnya.

Dengan demikian diharapkan bagi siapa saja masyarakat Kota Yogyakarta dapat mengakses setiap layanan publik, memperoleh serta terlayani dengan baik oleh layanan publik tersebut.

Suryani anggota DPRD kota Yogyakarta, Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat mengatakan, DPRD kota Yogyakarta sedang menggodok Raperda terkait disabilitas.

“Semoga hal ini bisa mewakili seluruh penyandang disabilitas. Oktober mendatang diusahakan selesai,” jelasnya. (SM)