“Disruptive Innovation” Geser Pemain Bisnis yang Sudah Mapan

245
Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menyampaikan sambutan pada acara ICoMS 2018, Rabu (28/03/2018), di kampus setempat. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Perusahaan tidak lepas dari inovasi. Namun ternyata ada beberapa inovasi yang justru mengganggu bahkan mampu menggeser para pemain bisnis yang sudah mapan.

Disruptive Innovation inilah yang dibahas pada The 4th International Conference on Management Sciences (ICoMS) 2018, Rabu (28/03/2018), di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin B lantai 5 Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Rektor UMY Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP dalam sambutannya berharap melalui konferensi ini para peserta dapat mengambil manfaat berupa ilmu, wawasan, gagasan maupun hasil riset yang dipaparkan oleh keynote speaker maupun para pemakalah lainnya.

“Dengan menghadiri konferensi ini para peserta juga berkesempatan memperluas jaringan sosialnya yang nantinya berdampak positif dan menunjang perkembangan karier profesi peserta maupun institusi yang diwakilinya,” kata Gunawan Budiyanto.

Peserta ICoMS 2018 menyaksikan atraksi mahasiswa UMY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kegiatan bertema Disruptive Innovation in Modern Business Era tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY, bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Tamkang University Taiwan dan Khon Kaen University Thailand.

Adapun narasumber merupakan para pakar di bidangnya. Sebut saja Prof Shu Hsien Liao dari Tamkang University,  Dr Syadiyah Abdul Shukor (Universiti Sains Malaysia), Dr Kawpong Polyorat  (Khon Khaen University Thailand) serta Dr (cand) Punang Amaripuja SE ST M IT dari UMY.

Sedangkan peserta sejumlah 35 orang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta USIM Malaysia. Selain itu, acara ini juga dihadiri perwakilan dari pihak sponsor yaitu Surya Agung Tour & Travel, PT Erlangga, PT Paphros, First Asia Capital, UMAT dan PT Buharum.

Dr Indah Fatmawati MSi selaku Ketua Panitia IcoMS 2018 menyampaikan laporan. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Pada pertemuan itu dibahas pula pesatnya inovasi yang terjadi saat ini, sejalan dengan ketatnya persaingan dan segala bentuk perubahan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

“Perkembangan inovasi yang tidak terbendung menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam beragam bidang. Terlebih dengan munculnya berbagai disruptive innovation mampu mengubah posisi pemain mapan dalam suatu pasar tertentu,” ungkap Dr Indah Fatmawati MSi selaku Ketua Panitia IcoMS 2018.

Dia menjelaskan, disruptive innovation merupakan penggambaran dari proses yang memunculkan suatu produk atau jasa baru yang kemudian mampu mengganggu status pasar.

“Inovasi memang diperlukan untuk mempertahankan posisi, meningkatkan mutu perusahaan dan juga sebagai pendorong pencapaian visi dan misi perusahaan,” ujarnya.

Sekali lagi, Indah Fatmawati menegaskan, munculnya disruptive innovation ini dapat mengganggu bahkan mengubah status pasar yang kemudian berpotensi menggeser pemain yang sudah mapan. (sol)