Diterjang Cempaka, Ini Dia Kondisi Yogyakarta

388
Rumah hancur akibat bencana banjir dan longsor pasca hujan di Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Siklon Tropis Cempaka yang terjadi Selasa (28/11/2017) menyebabkan lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami dampak yang luar biasa. Sejumlah kawasan mengalami bencana banjir, longsor dan puting beliung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koranbernas.id dari berbagai sumber, salah satunya Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) DIY, angin kencang yang terjadi mengakibatkan 68 titik kejadian pohon tumbang di seluruh kabupaten/kota di DIY. Bahkan Bantul ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat, mulai 29 November sampai 12 Desember 2017.

Yakni 2 titik di wilayah Kota Jogja, 32 titik di Bantul, 12 titik di Kulonprogo, 8 titik di Gunungkidul dan 12 titik di Sleman. Kejadian itu menyebabkan kerusakan jaringan Listrik, fasilitas umum, tertutupnya akses jalan, rumah dan kendaraan yang rusak karena tertimpa pohon. Satu pengendara tertimpa pohon dan mengalami luk-luka yang kemudian dirujuk ke rumah sakit Bunder.

Bencana longsor juga terjadi di 44 titik, yang terdiri dari 20 titik longsor di wilayah Bantul. Selain itu Kulonprogo 10 titik, Gunungkidul 6 titik, Kabupaten Sleman 3 titik, Kota Yogyakarta 4 titik. Longsor yang terjadi menimpa rumah, menutup akses Jalan dan menjebol tembok masjid pondok Pesantren di Kulonprogo. Akibatnya tiga santri mengalami luka ringan.

Sementara banjir terjadi di 29 titik, yakni di Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul. Kejadian itu mengakibatka kerusakan fasilitas pendidikan di SMK Pelayaran dan SMP 3 Saptosari. Kedua sekolah tergenang luapan banjir hingga 1 meter dan membuat proses belajar mengajar terganggu.Sebanyak 513 KK wilayah Gunung Kidul menjadi korban, begitu pula di Bantul dan Sleman.

Petugas, warga dan relawan melakukan pemotongan, pemangkasan dan menyingkirkan pohon tumbang di sejumlah titik.

RSUD Bantul tergenang air pasca banjir akibat hujan yang tak kunjung berhenti, Selasa (28/11/2017). (istimewa)

Secara terpisah Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Danang Syamzurizal mengungkapkan, satu pohon beringing tumbang dan menimpa bangunan cagar budaya Balai Tanjung di Kompleks Kepatihan, Selasa (28/11/2017) pukul 10.15 WIB. Para petugas berupaya melakukan evakuasi pohon tumbang.

“Kami belum tahu kerugian karena bangunan ini cagar budaya. Nanti kami lakukan asasment dahulu kemudian baru dilakukan penanganan restorasinya karena bangunan cagar budaya tak bisa sembarangan,” tandasnya.

Untuk menangani masalah tersebut, Wakil Bupati Kulonprogo, Suteja meninjau pengungsi di Kantor Camat Panjatan, Selasa (28/11/217) malam. Sedangkan di Gunungkidul, selain pemkab, Kodim 0730/Gk juga berkoordinasi dengan instansi terkait penanganan bencana. Sejumlah anggota juga dikerahkan untuk membantu warga.(yve)