Diversifikasi Pertanian Tingkatkan Minat Mahasiswa

300
Direktur APTA, Supriyati dan lulusan terbaik. (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –Diversifikasi hasil pertanian sangat penting dilakukan untuk meningkatkan minat generasi muda mendalami bidang pertanian. Hal itu mendesak karena saat ini minat generasi muda pada bidang pertanian semakin turun.

“Citra pertanian yang kurang branded, terkesan kumuh, bersentuhan dengan petani kecil yang bergelut dengan lendut, kurang menjanjikan dan publikasi yang kurang menjadikan minat calon mahasiswa rendah,” ungkap Direktur Akademi Pertanian Yogyakarta (APTA), Supriyati disela wisuda 34 lulusan di kampus setempat, Sabtu (26/8/2017).

Menurut Supriyati, tak hanya Indonesia yang mengalami persoalan tersebut. Negara maju seperti Jepang juga khawatir terhadap generasi mudanya yang tak tertarik pada pertanian.

“Oleh sebab itu, persoalan tersebut benar-benar menjadi tantangan semua pihak. Perlu kepedulian terhadap bidang pertanian, termasuk dunia pendidikan,” tandasnya.

Supriyati menjelaskan, industri pertanian sangat potensia dikembangkan. Sebab 80 persen bahan industri berasal dari pertanian.

Jadi prospek pertanian besar seperti komodity CPO, karet, kakao, kopi, susu, ubi kayu, sorgum, gandum, tanaman obat, minyak atsiri, aneka tepung, dan jamu, biodiesel biogas. Belum lagi beragam buah-buahan seperti nanas, manggis, salak, melon, semangka, pepaya, florikultura dan sebagainya.

“Bila potensi pertanian digarap dengan baik maka dapat mendatangkan devisa yang besar karena nilai ekspor yang tinggi,” jelasnya.

APTA, lanjut Supriyati berusaha untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di bidang pertanian. Diantaranya mengembangkan layanan pendidikan dan akreditasi baik program studi (prodi) maupun institusi.

“Prodi kami sudah meraih akreditasi B sampai tahun 2020. Tahun ini kami mengajukan akreditasi institusi guna meningkatkan kemajuan apta,” ungkapnya.(yve)