DIY Rawan Pemilu, Penegak Hukum Tak Boleh Represif

65
Pakar hukum, Prof Mahfud MD menyampaikan paparannya dalam kuliah umum Pascasarjana UAD di Kampus II UAD, Sabtu (29/9/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — DIY dinilai masuk dua besar provinsi yang memilik indeks kerawanan pemilihan umum (IKP) paling tinggi se-Indonesia pada Pemilu 2019 mendatang. Kota ini hanya satu tingkat dibawah Papua Barat yang oleh Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) dengan persentase 52,14 di bawah Papua Barat yang menempati urutan pertama dengan persentase 52,83.
Penilaian tersebut perlu ditindaklanjuti, terutama oleh penegak hukum. Namun diharapkan aparat penegak hukum tidak melakukan tindakan represif bila terjadi friksi pada pemilu mendatang.
Pakar hukum Indonesia, Prof Mahfud MD usai memberikan kuliah umum pada mahasiswa Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di kampus setempat, Sabtu (29/9/2018) mengungkapkan, penegak hukum harus mengantisipasi kerawanan pemilu secara optimal.
“Antisipasi harus ditingkatkan, dan negara perlu mempersiapkan pemilu dengan lebih baik,” paparnya.
Menurut Mahfud, hukum di Indonesia harus jadi alat untuk menyelesaikan semua masalah kerawanan dan konflik yang mungkin terjadi dalam pemilu.
Namun penegakan hukum yang dikedepankan lebih pada tindakan persuasif, bukan sebaliknya represif dengan kekerasan.
“Karena hukum di indonesia lebih suka pada restoratif justice yang persuasif dibandingkan represif,” tandasnya.
Sebelumnya dalam penelitian ilmiah, Bawaslu menggunakan empat dimensi utama sebagai tolak ukur untuk melihat hambatan dan kerawanan Pemilu 2019. Yakni konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilih yang bebas dan adil, kontestasi, serta partisipasi.
Berdasarkan penelitian tersebut, dari lima kabupaten/kota terdapat empat kabupaten/kota yang memiliki kerawanan tinggi.
Keempat kabupaten/kota tersebut yakni Gunungkidul dengan kerawanan 81,82, Kulonprogo dengan kerawanan 81,82, Sleman dengan angka 81,82 dan Kota Yogyakarta dengan angka 72,73.(yve)

Baca Juga :  Guru SMAN 1 Purbalingga Juara Lomba Inobel