Dlingo Harus Ditata Sebelum Terlambat

257
Konsultasi Publik RDTR di Kecamatan Dlingo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID —  Pariwisata di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul berkembang sangat pesat. Inilah pentingnya dilakukan penataan secara baik dan terencana mulai dari sekarang, supaya nantinya tidak terjadi tumpang tindih.

“Penataan harus dilakukan sebelum terlambat. Jangan sampai ada tumpang tindih pemanfaatan lahan. Semua harus diatur dengan detail dan baik,” kata Samsul SE MM, Kasi Ekbang Kecamatan Dlingo, saat menghadiri Konsultasi Publik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Aula Kecamatan Dlingo,  beberapa hari lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul.

Samsul berharap  penyusunan RDTR menguntungkan masyarakat yang berkecimpung di obyek wisata, kerajinan, kuliner, penginapan maupun pemandu wisata. “Jangan ada pihak yang dirugikan,” tandasnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pelaksanaan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Sigid Pulunggono ST MM, mengatakan  RDTR sudah menjadi kebutuhan setiap wilayah di Indonesia. Tujuannya untuk membangun wilayah yang memperhatikan keterkaitan dengan kawasan fungsional. Dengan begitu, tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dan kegiatan penunjang di dalam kawasan fungsional  Kecamatan Dlingo.

Menurut Sigid,  wilayah Dlingo secara geografis dibagi dua yakni perbukitan yang relatif kering dan dataran rendah cukup subur di lembah Sungai Oya. Dlingo juga dikenal daerah pertanian lahan kering, hutan lindung dan pariwisata
Sesuai pasal 59 PP No 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, maka rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten harus didetailkan  dengan penyusunan RDTR.

Ada beberapa zona yang perlu diperhatikan yakni zona lindung di antaranya hutan lindung, zona resapan air, sempada air, taman RT taman RW dan lain-lain. Ada juga zona budi daya misalnya perumahan, perdagangan, perkantoran, pelayanan umum dan lain-lain. (sari wijaya)