Petani tembakau Desa Solodiran Manisrenggo memanen tembakau, Kamis (24/8/2017).(masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Meski kondisi cuaca mendukung namun petani tembakau di Desa Solodiran Kecamatan Manisrenggo Klaten belum tenang. Sebab mereka masih dihadapkan pada masalah harga dan sulitnya mendapatkan pupuk. Mereka berharap pada musim panen kali ini harga tembakau bisa stabil agar bisa membayar hutang dan menanam kembali tahun depan.

Menurut salah seorang petani tembakau, Karjo warga Dukuh Mranggisari Solodiran tahun ini dirinya menanam tembakau diatas lahan seluas 10 hektar. Setiap patok butuh biaya hingga panen sekitar Rp 5 juta.

“Ini bukan lahan milik sendiri. Saya juga sewa dengan harga Rp 3 juta per patok. Bisa dibayangkan berapa biaya yang sudah saya keluarkan untuk nanam tembakau ini,” katanya saat ditemui disela-sela panen tembakau, Kamis (24/8/2017)

Biaya tersebut kata dia ada yang berasal dari pinjaman dan hasil dari menjual sawah. Itu dia lakukan dengan harapan menanam tembakau tahun ini bisa mendatangkan untung

Baca Juga :  Sejumlah Menara Selular Disinyalir Tak Berizin

Harapan Karjo ternyata tidaklah seperti yang dibayangkan. Sebab meski kondisi cuaca mendukung dan tidak hujan seperti yang dikhawatirkan petani tembakau pada umumnya namun harga masih saja rendah. Belum lagi masalah kesulitan pupuk.

“Kalau kemarin-kemarin jatah pupuk ZA untuk satu patok bisa 50 kilogram hingga satu kuintal. Tetapi sekarang cuma dijatah 25 kilogram. Akibatnya tanaman tidak bisa gemuk, kerdil dan daun.keriting. Saya juga tidak tahu mengapa pupuk sulit,” tuturnya.

Selain pupuk, harga tembakau kering saat ini masih ngambang dan belum jelas. Informasi dari pembeli katanya, harga bervariasi antara Rp 40 ribu hingga Rp 80 ribu/kilogram tergantung kelasnya.

Pembeli yang ada sekarang ujar dia, dari Boyolali dan mitra kerjanya pabrik rokok. Sedangkan pabrikan hingga sekarang belum melakukan pembelian tembakau petani

Baca Juga :  PMI Bentuk Pengurus Hingga Kecamatan

Senada dikatakan Agus, petani tembakau lainnya. Dia berharap harga tembakau bisa segera stabil karena petani sudah banyak yang panen. “Kalau bisa harga naik tinggi begitu biar kami tidak rugi dan bisa bayar hutang,” paparnya.

Desa Solodiran Kecamatan Manisrenggo merupakan sentra tanaman tembakau di Kabupaten Klaten. Setiap tahun sekitar bulan Juni-Juli petani tembakau di daerah ini ramai-ramai menanam tembakau.

Hanya saja tidak jarang perani rugi karena faktor cuaca dan harga yang rendah. Menariknya, meski kondisi itu sering terjadi tetapi petani tetap saja menanam tembakau di lahan milik sendiri maupun sewa. (yve)