Doa untuk Palu di Tengah Ajakan Pemilu Damai

66
Ketua Bawaslu Kota Semarang,  Muhammad Amin memimpin aksi pemilu damai di kawasan Tugu Muda Semarang. (b maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sekitar 200 orang berseragam orange mengikuti aksi damai yang diadakan Bawaslu Kota Semarang dan jajarannya serta pengawas partisipasif. Aksi ini berlangsung di kawasan kawasan Tugu Muda Kota Semarang.

Ajakan pemilu damai tampak dari spanduk dan puluhan poster berisi seruan damai. Terdengar Mars Bawaslu yang riuh rendah. “Kami Pengawas Pemilihan Umum, mengabdi tuk negara dan berjiwa Pancasila…”

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, memimpin langsung aksi damai tersebut, Senin (01/10/2018) sore.

“Saya mengajak masyarakat dan peserta pemilu, khususnya di Kota Semarang untuk taat aturan saat berkampanye.  Berkampanyelah secara damai, sampaikan program ke masyarakat dengan cara yang baik, tidak menjelekkan peserta lain, tidak SARA, tidak fitnah, tidak hoak dan tidak mengadu domba,” ujarnya.

Di tengah teriakan dan yel-yel kampanye damai, suasana mendadak tenang, saat Amin mengajak Pray for Palu.

“Mari kita doakan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah (Sulteng), di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Kita doakan mereka yang meninggal bisa diterima di sisi-Nya, yang selamat bisa tabah dan kuat serta segera bangkit lagi,” ajak Amin di atas mobil komando.

Baca Juga :  Wisata Kali Konteng Kian Diminati

Sambil tetap memegang spanduk dan poster, ratusan pengawas kompak menundukkan kepala. Suasana pun sempat hening beberapa menit saat seluruh peserta aksi menundukkan kepala untuk saudara-saudara di seberang pulau ini yang sedang dilanda bencana.

Deklarasi Pemilu Damai dipimpin Ketua Bawaslu Kota Semarang,  Muhammad Amin, dihadiri dari Polrestabes, KPU,  Kejaksaan dan Pemerintah Kota Semarang. (b maharani/koranbernas.id)

Aksi damai para pengawas Bawaslu Kota Semarang ini juga diikuti pimpinan dan perwakilan 16 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019.

Kalangan pelajar maupun mahasiswa juga diajak menggaungkan kampanye dan pemilu damai di Tugu Muda. Sebelumnya para pimpinan dan perwakilan 16 parpol mengikuti  deklarasi pemilu damai di Hotel Dafam.

“Kami ingin Pemilu 2019 bisa berjalan sesuai dengan amanat rakyat jujur dan adil. Siap menang dan siap kalah. Pemilu adalah pesta rakyat, jangan nodai dengan perilaku kampanye yang tidak fair, hasutan dan informasi hoak. Pemilu butuh kehadiran Bawaslu, segera laporkan jika terjadi pelanggaran,” ujar Tegar, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dalam orasinya.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengapresiasi cara unik Bawaslu Kota Semarang mengkampanyekan pemilu damai.

Baca Juga :  Puan Maharani Malas Tanggapi Viralnya Puisi Sukmawati

“Pemilih harus bebas melaksanakan haknya, harus bebas dari politik uang, SARA dan bebas dari belenggu informasi hoak dan fitnah yang dapat memicu perpecahan. Kepada pimpinan parpol dan caleg, berkampanyelah, sampaikan visi misi dengan baik. Setelah jadi jangan lupa kepentingan rakyat,” tambah Henry.

Aksi damai juga diwarnai pembagian bunga dan balon berwarna orange ke masyarakat yang melewati kawasan Tugu Muda.

Happening art mahasiswa menyemarakkan aksi pemilu damai. (b maharani/koranbernas.id)

Acara diakhiri dengan aksi teaterikal dari Teater Beta Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.

Digambarkan sejumlah penari, mengenakan bendera warna warni mengelilingi penari yang membawa kain merah dan putih.

Dalang teaterikal menyatukan bendera warna warni dalam sebuah ikatan dan gerak langkah yang padu, dengan tetap menjadikan penari merah putih sebagai pusat pusaran tarian.

Aksi di kawasan Tugu Muda berjalan tertib dan tidak menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Sebelum itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menggelar kegiatan penandatanganan Deklarasi Pemilu Damai 2019 bertema Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu dengan stakeholder. (sol)