Donasi Darah Sudah Capai 96 Persen

140
Asekda Bidang Pemerintahan dan Kerja, Sulistyo mewakili memukul gong membuka Pertemuan Regional III Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jawa Tengah dan DIY di Ballroom Hotel Grand Keisha Sleman, Kamis (12/10/2017).(istimewa)

KORANBERNAS.ID–Kebutuhan darah di Indonesia dengan target 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 5,1 juta kantong darah, baru terpenuhi 4,1 juta atau sekira 80 persen terpenuhi.

Sementara di DIY dengan penduduk lebih dari 3  juta jiwa kebutuhannya sekitar 70.000 kantong darah sudah terpenuhi sekitar 67.293 donasi darah atau telah terpenuhi sekitar 96 persen dari kebutuhan yang ada di DIY.

Hal tersebut disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY, GBPH H Prabukusumo SPsi dalam acara Pertemuan Regional III Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jawa Tengah dan DIY di Ballroom Hotel Grand Keisha Sleman,  Kamis (12/10/2017).

“Pada Triwulan I dan Triwulan II tahun 2017, tercatat ada sekitar 34.068  orang pendonor. Sementara kebutuhan darah di DIY sekitar 6.300  per bulan,” kata Prabukusumo.

Baca Juga :  Hujan Lebat Sebabkan Air Kali Bedog Meluap, Warga Gemahan “Tersapu Banjir”

Ketua Bidang Pengurus  UTD PMI Pusat dr. Linda Lukitari Waseso mengatakan pertemuan ini merupakan ajang konsolidasi bagi PMI Jateng-DIY.

“Konsolidasi ini diharapkan akan dapat meningkatkan mutu pelayanan darah di Unit Transfusi Darah secara bersama-bersama,” ungkapnya.

Menurutnya pemenuhan kebutuhan darah di DIY sudah baik. Namun kualitas darah dari pendonor juga perlu diperhatikan. Tidak boleh ada perbedaan antara hasil darah yang dihasilkan oleh PMI di 5 kabupaten kota.

Wakil Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asekda Bidang Pemerintahan dan Kerja, Sulistyo SHCN MSi mengatakan pada hakekatnya usaha tranfusi darah merupakan bagian penting dari tugas pemerintah dibidang pelayanan kesehatan rakyat  dan merupakan bentuk pertolongan sesama umat manusia.

Baca Juga :  Wah, Danais Belum Dirasakan sampai Akar Rumput

“Kualitas darah yang baik, pelayanan yang baik, kecepatan dan ketepatan pelayanan dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan masyarakat yang harus dilakukan dengan harapan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaannya juga harus semakin baik,” kata Sulistyo. (SM)