Dosen Penyebar Hoax Amoral

159
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (menristekdikti) Mohammad Nasir. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dunia pendidikan tinggi di DIY tercoreng. Sepekan lalu, salah seorang dosen tidak tetap yang mengajar matakuliah Bahasa Inggris di Universitas Islam Indonesia (UII) ditangkap polisi karena memberitakan berita bohong atau hoax di Majalengka, Jawa Barat.

Sebagai tenaga pengajar, perbuatan tersebut sangat disayangkan. Karenanya Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (menristekdikti) Mohammad Nasir meminta kasus tersebut bisa segera dibuktikan.

“Kalau benar, ini (menyebar hoax-red) perbuatan yang amoral. Maka ini harus dibuktikan,” papar Nasir di Indoluxe Hotel, Rabu (07/03/2018).

Menurut Nasir, kemenristekdikti jelas-jelas melarang dosen untuk menyampaikan informasi bohong. Sebagai akademisi, perbuatan tersebut sangat disayangkan.

Apalagi sejak beberapa tahun terakhir, Kemenristekdikti terus berupaya melakukan sosialiasi wawasan kebangsaan dan bela negara.

Baca Juga :  Dua Hari Saja, Deretan Mobil Modifikasi Mejeng di JEC

Hasilnya pun cukup baik. Sejak sosialisasi itu gencar dilaksanakan, angka aksi radikalisme pun terus turun di lingkungan pendidikan.

“Indikatornya jelas. Meski tidak ada persentase namun aksi-aksi radikal relatif turun sejak 2017 sosialiasi dilakukan secara penuh,” jelasnya.

Sebagai informasi, sepekan lalu kepolisian menangkap dosen tidak tetap UII di Jawa Barat. Dosen perempuan tersebut diduga merupakan oknum anggota Muslim Cyber Army (MCA) yang kerap menyebar hoax. (yve)