Dosen UNY Bergelar Doktor harus Mengejar Jabatan Guru Besar

1028

KORANBERNAS.ID – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. menyatakan, para dosen di lingkungan UNY yang sudah bergelar doktor akan didorong untuk mencapai jabatan akademik tertinggi guru besar. Sebab, jumlah guru besar di UNY masih tergolong kurang. Dari jumlah dosen 983 orang, yang menyandang jabatan akademik guru besar baru 64 orang atau sekitar 6,5 %. “Ini masih sangat kurang. Kita akan dorong dalam dua tahun ke depan bisa mencapai antara 10 sampai 15 persen,” kata Sutrisna Wibawa.
Ia mengungkapkan hal itu Rabu siang (27/9/2017) di depan Rapat Senat Terbuka dengan agenda mendengarkan pidato pengukuhan Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. sebagai guru besar baru. Rapat Senat itu dipimpin Ketua Senat UNY Prof. Dr. Zamzani, M.Pd.
Rektor UNY meminta kepada para dosen bergelar S3 untuk terus giat mengumpulkan angka kredit agar memenuhi syarat untuk diusulkan menjadi guru besar. “Saya berharap teman-teman serius mengejar jabatan akademik guru besar. Kita akan terus dorong kegiatan-kegiatan penelitian dan pemuatannya di jurnal internasional. Peningkatan kualitas SDM dosen adalah kebutuhan mutlak,” tandasnya.
Menurut Sutrisna Wibawa, jumlah dosen di UNY berkurang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Jika dua tahun lalu jumlah dosen mencapai 1064 orang, kini tinggal 983 orang karena ada yang pensiun dan meninggal. Sementara, pemerintah pusat hanya memberikan kuota penambahan dosen yang sangat terbatas.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, UNY melakukan rekrutmen dosen kontrak. “Bahkan dalam waktu dekat kita akan mengangkat dosen tetap non PNS, karena animo calon mahasiswa yang ingin menempuh ilmu di UNY terus meningkat tajam,” katanya.
Menurut Ketua Senat Prof. Zamzani, Prof. Margana menjadi guru besar UNY ke 134, akan tetapi jumlah guru besar aktif hanya 64 orang. Sedangkan di FBS, tempat Prof Margana bertugas, ia adalah guru besar ke 27 dan yang berstatus guru besar aktif ada 15 profesor. (iry)