DPRD DIY Apresiasi Langkah Mitigasi

213

KORANBERNAS.ID – Jajaran Komisi A DPRD DIY yang salah satunya membidangi masalah bencana alam, mengapresiasi langkah mitigasi yang dilakukan oleh beragam elemen, sehubungan terjadinya erupsi Gunung Merapi.

“Kita ingatkan juga agar koordinasi antar-instansi sesuai tugas dan fungsi di lapangan bisa berjalan baik.  Baik itu koordinasi TRC BPBD DIY dengan BPPTKG, BPBD Sleman dan pemangku kepentingan di wilayah lereng G Merapi,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Selasa (22/05/2018).

Anggota dewan dari daerah pemilihan Kota Yogyakarta yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY  ini lebih lanjut menyampaikan, koordinasi antarinstansi yang lebih intens diperlukan agar bisa menjalankan tahap mitigasi bencana.

“Semoga semua warga di sekitar lereng Merapi terutama di kawasan rawan bencana mengikuti arahan petugas,  kita terus ikuti perkembangan terkini aktivitas Gunung Merapi. Saya selaku ketua Komisi A sudah kontak Kepala BPBD DIY,” ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto. (istimewa)

Prinsipnya, lanjut dia, Komisi A DRPD DIY mendukung upaya pemerintah memberikan arahan, bantuan dan ketenangan kepada masyarakat, terutama sekitar Gunung Merapi. “Jalankan tahapan mitigasi bencana sesuai prosedur penanganan kebencanaan,” kata Eko Suwanto.

Seperti diberitakan, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menetapkan status Gunung Merapi naik dari Normal ke Waspada mulai Senin (21/05/2018) pukul 23:00.

Secara terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta warga DIY tetap tenang, tidak perlu panik menanggapi status Gunung Merapi yang saat ini pada level Waspada.

Kepada wartawan Selasa (22/05/2018), Sultan menyampaikan salah satu gunung paling aktif di dunia itu memang statusnya Waspada tapi nyatanya tidak keluar lava.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (istimewa)

“Lava kan tidak keluar. Saya meminta warga tetap tenang. Tidak panik. Anak-anak harus tetap sekolah, namun saya minta untuk memakai masker. Warga tidak usah punya kekhawatiran walaupun saat ini statusnya Waspada,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta. Dia berharap wisatawan wisatawan memahami kondisi yang ada.

Menurut Aris, Merapi tidak mempengaruhi kepariwisataan di provinsi ini. Sebab, kata dia, destinasi wisata di DIY tidak hanya di sekitar Gunung Merapi.

“Yang mau datang ke Jogja silakan tetap ke Jogja, tetapi untuk sementara tidak di kawasan Gunung Merapi,” kata dia. (sol)