DPRD DIY Dorong Pemda Cek Ulang Alur Sungai

230
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto bersama BPBD DIY melihat dari dekat lokasi longsor di Jlagran, Minggu (03/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mendorong Pemerintah DIY supaya melakukan pengecekan ulang alur sungai sehubungan banyaknya kejadian longsor bahkan merenggut korban jiwa.

“Tadi kita lihat masalah ini tidak hanya di Jlagran, kita rekomendasikan agar Pemda segera melakukan pengecekan dan penelitian atas alur sungai Winongo, Code, Belik maupun Progo dan sungai lainnya,” ungkapnya, Minggu (03/12/2017), saat melakukan kunjungan didampingi pejabat BPBD DIY dan BPBD Kota Yogyakarta ke lokasi longsor di Kampung Jlagran.

Menurut dia, pengecekan penting untuk mengantisipasi dan mencegah bencana alam terutama banjir dan longsor. “Kita juga harus bersahabat dengan alam khususnya sungai dengan tidak mengotori dengan sampah,” tegasnya.

Di sela-sela berdialog dengan waga dia mengatakan, perempuan, lansia dan anak yang terdampak bencana alam membutuhkan perhatian lebih terutama untuk pelayanan dasar kesehatan.

Warga yang terdampak di daerah aliran sungai juga perlu waspada  atas bencana longsor susulan yang bisa terjadi di puncak musim penghujan.

Eko Suwanto didampingi BPBD DIY berdialog dengan warga Jlagran. (istimewa)

Warga di sekitar aliran sungai harus memahami kawasan rawan bencana dan ancaman bahaya longsor. Warga terdampak bencana harus dipastikan terlayani kebutuhannya dengan baik.

“Saya lihat tadi di Jlagran, terutama yang dipinggir sungai ada rekahan cukup panjang. Ini berpotensi longsor sehingga kita harap pemda lekas pasang rambu untuk mengingatkan agar warga tidak beraktivitas di kawasan yang rawan bencana,” kata dia.

Dalam kesempatan itu Eko Suwanto beserta pejabat Pemda juga menemui keluarga korban yang meninggal akibat  longsor,  sekaligus mengunjungi rumah korban di daerah Jlagran Juminahan Kota Yogyakarta.

Secara khusus, upaya penanganan dampak bencana akan lebih efektif berjalan saat ada gotong royong bersama antar-beragam elemen masyarakat. Lewat kerja gotong royong ini langkah penanggulangan bencana bisa lebih efektif.

“DPRD memberikan dukungan kepada pemda dan masyarakat bersatu padu mengatasi semua masalah yang timbul akibat bencana. DPRD juga mendukung politik anggaran untuk menyelesaikan masalah akibat bencana ini,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY itu.

Berdasarkan temuan lapangan, Komisi A DPRD DIY memberikan rekomendasi agar pemerintah daerah untuk terus berkonsentrasi pada keselamatan warga.

“Kita dukung Pemda DIY khususnya BPBD melaksanakan kebijakan tanggap darurat sampai 14 Desember 2017, selanjutnya mengambil kebijakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambahnya.

Diperoleh informasi, Pemda DIY termasuk Dinas PUP ESDM DIY mengadakan rapat Senin (04/12/2017). “Dengan pemetaan masalah yang baik, Pemda dapat mengambil keputusan yang tepat dan cepat,” kata dia. Dalam kunjungannya, politisi muda PDI Perjuangan ini menyerahkan bantuan tenda, beras dan sarung. (sol)