DPRD DIY Dukung Pemda Beri Beasiswa Guru

163
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, berbicara di forum seminar dengan para guru, Kamis (29/03/2018), di DPRD DIY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – DPRD DIY memberikan mendukung upaya Pemerintah DIY untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas dan kompetensi guru. Jika ini berhasil maka terwujudlah langkah untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan.

Kompetensi dan peningkatan profesional penting sebagai indikator kerja guru dalam mengajar, agar guru memiliki inovasi pembelajaran yang berujung peningkatan kualitas pendidikan.

Poin ini mengemuka pada Forum Diskusi Bidang Pemerintahan: Strategi Peningkatan Kualitas,  Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Perspektif Kepegawaian, Kamis (29/03/2018), di DPRD DIY.

Acara tersebut dihadiri perwakilan guru dari Kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, Sleman dan Kulonprogo.

“Mengapa kualitas dan kompetensi guru strategis? Kita ingin pendidikan benar-benar diarahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan pendidikan yang  berkarakter,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta.

Menurut dia, pada dasarnya guru memiliki komitmen pengabdian dengan keikhlasan, ketulusan dan kejujuran. “Selain transfer of knowledge, guru juga wajib memberikan value, nilai kebangsaan, cinta tanah air dan pendidikan budi pekerti,” ujar Eko Suwanto yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini.

Baca Juga :  Rame-rame Membersihkan Sungai Gajah Wong

Beasiswa

Masalahnya, kewenangan anggaran pendidikan beralih ke level provinsi. Selain itu ada tambahan beban administrasi yang menjadi keluhan guru di DIY.

“Harus ada kesepakatan untuk meningkatkan kesejahteraan, kompetensi dan kualitas guru. Kita dukung Pemda DIY memberikan beasiswa bagi guru,” kata dia.

Guru yang masih D3 bisa dikuliahkan S1, yang S1 ke S2, demikian pula S2 menjadi S3. “Kita harapkan program bea siswa ini bisa mulai dilaksanakan tahun anggaran 2018.

“Kita minta pemda untuk melakukan pemetaan potensi guru dan memberikan beasiswa sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Eko Suwanto.

Sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, pendidikan dan pengajaran di Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia menuju ke arah kebahagiaan.

Baca Juga :  Ratusan PHL Pemda Kena PHK

“Bung Karno, menyebutkan setiap pemimpin sekaligus menjadi guru. Guru itu penuh kemuliaan dan karakter. Guru adalah pengabdian, kejujuran. Di Jawa ada istilah digugu lan ditiru, guru adalah penjaga moral. Kita harapkan guru juga fokus mendidik siswa menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur,” kata dia.

Pemerintah juga ihiarapkan memasukkan Pancasila sebagai mata pelajaran pokok. Pada kesempatan yang sama guru bisa mengajak siswa belajar Pancasila dan nilai nilai kebangsaan serta ke-bhineka tunggal ika-an.

Dalam kesempatan itu, Sukanto, guru Mata Diklat Produktif menyatakan ada harapan besar dari guru agar bisa sejahtera seiring dengan peningkatan kompetensi. “Kesejahteraan bisa diberikan dengan berbasis kinerja” kata dia. (sol)